EKSPOSTIMES.COM- Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa 22 korban insiden pohon tumbang saat Shalat Idulfitri di Alun-Alun Pemalang, Jawa Tengah, akan mendapatkan santunan dari pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan akan diberikan baik kepada keluarga korban meninggal maupun mereka yang mengalami luka-luka akibat kejadian tragis tersebut.
“Kami akan berikan santunan bagi yang meninggal dunia serta bantuan pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka,” ujar Saifullah Yusuf dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (2/4).
Berdasarkan data dari Kemensos, dari total 22 korban, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, 12 orang mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan.
Untuk korban meninggal dunia, ahli waris masing-masing akan menerima santunan senilai Rp15 juta dari pemerintah. Sementara itu, 12 korban luka berat tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, termasuk RS Harapan Sehat, RS Siaga Medika, RS dr. M. Ashari, dan RS Prima Medika.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan! Kemensos Siap Bangun 100 Sekolah Rakyat Juli 2025
Adapun tujuh korban luka ringan masih menjalani rawat jalan dan akan menerima santunan sebesar Rp3 juta per orang.
Dari informasi yang diterima Redaksi EksposTimes.com, identitas korban meninggal yakni Rasmono (42), Anita Rahmawati (38), dan Rasmani (70). Sementara korban luka berat Sumarni (44), Musrinah (66), Hernanda Adila (23), Tarmuji (52), Titi Sundari (68), Sugeng Sutrisno (42), Galang Pamungkas (9), Evan Rayan (6), Ellin Soyanati (48), Sukma (26), Rini Fadilah (41), maupun Anggi Nurkholis (33).
Untuk korban luka ringan, Tarni (60), Apsin (65), Dwi Janu Puspita (29), Riski Novianti (34), Arsaka (5), Ika Dian Aminati (30), dan Nurlinda Riski (14).
Insiden memilukan ini terjadi saat ribuan jamaah melaksanakan Shalat Idulfitri 1446 H di Alun-Alun Pemalang pada Senin (31/3). Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menimpa jemaah, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat, terutama bagi keluarga korban.
Kemensos bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Pemerintah juga mengimbau agar pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap kondisi pepohonan di area publik guna mencegah kejadian serupa di masa depan. (tim)













