EKSPOSTIMES.COM- Perang terhadap narkoba di Sumatera Utara kembali mencetak prestasi besar. Dalam kurun waktu 24 Februari hingga 7 April 2025, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama jajaran berhasil menyita total 191,692 kilogram sabu-sabu serta mengamankan 634 pelaku dari 517 kasus.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menyampaikan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara aparat kepolisian, TNI, Bea Cukai, serta berbagai unsur penegak hukum lainnya.
“Ini bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memberantas jaringan peredaran narkotika,” ujarnya dalam konferensi pers di Medan, Senin (14/4).
Baca Juga: Polda Sulut Siap Amankan Idul Fitri 1446 H, Terjunkan 981 Personel dan Siapkan 77 Pos
Selain sabu-sabu, Polda Sumut juga menyita 74.292 butir pil ekstasi, 11,914 kilogram ganja, 177,170 kilogram kokain, dan 69.042 butir pil Happy Five.
Sebagian dari barang bukti ini akan segera dimusnahkan, antara lain 111,975 kg sabu-sabu, 35.376 butir ekstasi, 309,92 gram ganja, 157 gram kokain, dan 67.599 butir pil Happy Five.
“Barang bukti yang disita ini berpotensi menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa dari ancaman narkoba,” tegas Whisnu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa enam kasus besar menjadi sorotan utama.
Dua kasus ditangani langsung oleh Polda Sumut, dua lainnya diungkap Polrestabes Medan, serta masing-masing satu kasus oleh Polresta Deli Serdang dan Polres Belawan.
“Sebanyak 74 ribu butir ekstasi diamankan saat Operasi Ketupat Toba. Diduga kuat akan diedarkan di sejumlah tempat hiburan malam. Kami masih mendalami jaringan distribusinya,” katanya.
Jean menambahkan, sebagian besar narkoba yang disita merupakan hasil distribusi lintas provinsi, kota, dan kabupaten. Namun, tidak menutup kemungkinan ada sumber lokal yang menyuplai pil ekstasi tersebut.
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus menggempur sindikat narkoba, dari tingkat pemakai hingga bandar besar. Dengan pengungkapan ini, Sumatera Utara kembali menegaskan diri sebagai barisan terdepan dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. (tim)












