EKSPOSTIMES.COM- Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah pejabat penting seiring pengusutan berbagai dugaan kasus korupsi.
Pemeriksaan ini melibatkan beberapa tokoh di wilayah Sulawesi Utara yang dinilai memiliki kaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran publik.
Penjabat Walikota Kotamobagu Abdullah Mokoginta diperiksa pada Sabtu (02/11/2024), terkait penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022.
Mokoginta, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulut, mengungkapkan bahwa pertanyaan penyidik banyak membahas berbagai alokasi anggaran, termasuk dana hibah.
Usai pemeriksaan, Mokoginta menyebutkan bahwa dirinya memberikan keterangan secara normatif sesuai permintaan penyidik.
Di hari yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Talaud Yohanes Kamagi, juga diperiksa. Kamagi didampingi oleh Plt Kadis Kesehatan Talaud Leida Dachlan, saat memasuki ruangan penyidikan Tipidkor.
Kasus yang diduga melibatkan Kamagi terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Damau senilai Rp42 miliar di masa mantan Bupati Talaud Elly Lasut. Meski hadir bersama Leida Dachlan, pemeriksaan penuh dilakukan hanya terhadap Kamagi.
Selain itu, Komisaris Utama Bank SulutGo Edwin Silangen, yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Sulut, dipanggil untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi lainnya.
Pemeriksaan Silangen berlangsung cukup lama, dari pukul 10.00 hingga 19.00 Wita. Uniknya, pemeriksaan ini tidak dilakukan di ruangan Tipidkor biasa, tetapi di ruangan yang berdekatan dengan ruang tahanan.
Sementara itu, pada Rabu (30/10/2024), Bendahara PDIP Manado Reza Rumambi, turut dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana insentif fiskal.
Reza hadir dengan mengenakan kemeja putih dan didampingi oleh tim kuasa hukum dari PDIP saat memasuki ruang nomor 8 Tipidkor Polda Sulut.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Thamsil, mengonfirmasi rangkaian pemeriksaan tersebut.
“Pemeriksaan sementara dilakukan, dan sejumlah orang dipanggil untuk dimintai keterangan terkait penyidikan yang berjalan,” ungkap Thamsil. (tim)













