EKSPOSTIMES.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta para kepala daerah untuk serius menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah mengurangi jumlah ajudan dan rombongan dalam setiap kunjungan kerja.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar wacana, melainkan harus diterapkan secara nyata. Ia bahkan mencontohkan bagaimana KPK sendiri sudah menerapkan penghematan sejak lama.
“Kalau bicara soal efisiensi, KPK ini sudah super efisien sejak dulu. Sejak saya masuk tahun 2018, kami tidak berlebihan dalam hal protokoler. Mohon maaf, sebaiknya protokoler dikurangi, bapak ibu kepala daerah,” ujar Setyo dalam pertemuan di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/3).
Menurut Setyo, jumlah ajudan yang terlalu banyak tidak hanya membebani anggaran, tetapi juga berimbas pada tingginya biaya operasional setiap kali kepala daerah melakukan kunjungan kerja. Rombongan besar yang menyertai pejabat daerah berpotensi menghamburkan anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
Sebagai bukti, Setyo membagikan pengalamannya saat melakukan perjalanan dinas ke Magelang. Ia hanya berangkat berdua, tanpa rombongan besar, dan tetap bisa menjalankan tugasnya dengan lancar.
“Saya kemarin ke Magelang hanya berdua saja, baik-baik saja, alhamdulillah lancar, tidak ada masalah,” tuturnya.
Pernyataan KPK ini menjadi pengingat bagi kepala daerah bahwa pengelolaan anggaran yang efisien bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Pengurangan ajudan dan rombongan dalam perjalanan dinas hanyalah salah satu langkah kecil, tetapi bisa berdampak besar dalam mencegah pemborosan uang negara. (tim)










