EKSPOSTIMES.COM– Di balik gegap gempita lampu sorot Jakarta Convention Center, denyut ekonomi kerakyatan berdegup kencang. Jumat pagi itu, aula megah JCC disulap menjadi lautan kreativitas. Ratusan stan berdiri gagah, aroma rempah, batik, kerajinan tangan, hingga produk digital bersatu dalam satu panggung kebangsaan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo hadir bukan sekadar sebagai pejabat negara. Ia melangkah menyusuri lorong-lorong bazar dengan tatapan penuh bangga, menyapa para pelaku UMKM yang memamerkan hasil karya terbaik mereka. Ini bukan pasar biasa, ini adalah perayaan keringat dan harapan, buah sinergi Bhayangkari dalam membangkitkan semangat ekonomi rakyat.
Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73, mengusung tema besar “Sinergi Bhayangkari Bersama UMKM Mendorong Kemandirian Ekonomi Bangsa”. Sebuah tema yang bukan sekadar slogan, melainkan janji kerja nyata dari organisasi perempuan pendamping Polri.
Sebanyak 548 stan meramaikan gelaran akbar ini. Mulai dari stan milik internal Bhayangkari seperti Bareskrim, Polda Papua, hingga Polda Jatim, hingga pelaku UMKM dari masyarakat umum dan organisasi wanita seaspirasi. Semuanya berdiri sejajar, menyatu dalam satu semangat: Indonesia bangkit dari akar rumput.
Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Bekali 2.000 Capaja: Jadilah Garda Terdepan Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Juliati Sigit Prabowo, menekankan bahwa bazar ini bukan sekadar ruang jual-beli.
“Bazar ini ajang membangun sinergi, mengangkat pelaku UMKM naik kelas melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran,” ujarnya lantang, disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Tak hanya bazar, kegiatan edukatif seperti talkshow dari Bank Mandiri dan BPOM, pelatihan skincare, demo masak dari Rose Brand, hingga workshop dari pengurus Bhayangkari turut menyempurnakan agenda. Kehadiran sponsor utama seperti PT Bank Mandiri Tbk, PT Sungai Budi Group, dan PT Telekomunikasi Seluler menunjukkan bahwa sektor swasta pun tak tinggal diam dalam gerakan pemberdayaan ini.
Namun momen paling menggugah terjadi saat Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka tokoh muda perempuan yang kini turut jadi simbol kekuatan generasi penerus memberikan sambutannya.
“Bhayangkari membuktikan bahwa mereka bukan hanya pendamping, tetapi perempuan hebat, kreatif, multi-talenta. Mereka adalah pelopor pemberdayaan dan tulang punggung UMKM Indonesia,” ujar Selvi dengan nada haru namun penuh keyakinan.
Tak berhenti di situ, Selvi mengusulkan agar gelaran mendatang mengangkat tema kebudayaan daerah secara bergiliran, agar kekayaan Nusantara tak hanya dipamerkan, tetapi dirayakan dengan bangga oleh seluruh bangsa.
Akhirnya, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Ibu Selvi secara resmi membuka bazar. Tepuk tangan membahana. Lampu sorot menyala. Kamera-kamera menyorot wajah-wajah penuh harap dari balik stan-stan kecil yang kini menjadi mercusuar harapan ekonomi Indonesia.
Bazar Kreasi Bhayangkari 2025 bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah cermin peradaban. Sebuah panggung besar bagi perempuan-perempuan tangguh dan pelaku UMKM untuk menulis sejarahnya sendiri bahwa Indonesia kuat karena rakyatnya bergerak bersama. (*/tim)













