EKSPOSTIMES.COM- Kontestasi pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) kini menjadi sorotan hangat di kancah politik lokal. Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulut, suhu politik internal partai berlambang beringin ini kian memanas. Setelah dua periode dipimpin Christiany Eugenia Paruntu (CEP), jabatan Ketua DPD I kini terbuka lebar menyusul regulasi internal partai yang membatasi masa jabatan sesuai Pasal 66 AD/ART Golkar.
Situasi ini langsung memunculkan sejumlah nama potensial sebagai calon pengganti. Di tengah persaingan ketat, nama Hangky Arther Gerungan (HAG) justru mencuat sebagai kuda hitam paling strategis dan diperhitungkan banyak pihak.
Berpengalaman di dunia usaha dan dikenal sebagai tokoh masyarakat Sulut yang aktif di berbagai sektor, HAG kini menjadi magnet politik tersendiri di internal Golkar. Dengan jejaring kuat, dukungan lintas struktur, dan kemampuan membaca peta kekuatan partai, HAG dinilai mampu menjadi game changer dalam bursa calon ketua.
“Pak Hangky punya kemampuan membaca ritme partai. Beliau tidak terlalu tampil di depan layar, tapi punya pendekatan ke banyak titik strategis,” kata salah satu pengurus kecamatan yang enggan disebutkan namanya.
HAG tak hanya mengandalkan popularitas. Ia membangun komunikasi politik secara konsisten, menjangkau akar rumput hingga elite struktural. Pendekatannya yang elegan dan tidak konfrontatif dinilai menjadi nilai tambah di tengah suasana politik yang dinamis.
Meski nama HAG jadi sorotan utama, bursa calon Ketua Golkar Sulut juga diramaikan beberapa tokoh potensial lain, yakni Adrie Kamasi, Ketua DPD II Golkar Minahasa, dikenal sebagai kader muda penuh energi. Ia memiliki basis loyalis yang kuat di akar rumput.
Ada pula, Stacy Runtu, anggota DPRD Minahasa sekaligus anak dari tokoh senior Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Stacy membawa semangat regenerasi politik dan keterwakilan kaum muda. Selain itu, nama Febry Franky Handri Suoth, Sekretaris DPD II Golkar Minahasa dan Ivon Andris, dikenal aktif dan konsisten menggerakkan kegiatan politik di tingkat bawah. Nama mereka makin diperhitungkan menjelang Musda.
“Golkar Minahasa punya stok kader berkualitas. Tapi kuncinya tetap ada pada arah dukungan dari para ketua kecamatan dan struktur organisasi,” ujar Bronson Pangalila, tokoh senior partai Golkar, Senin (2/6).
Pelaksanaan Musda Golkar Sulut bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk menentukan arah partai ke depan. Apakah akan tetap berada di jalur lama, atau memilih nahkoda baru yang lebih adaptif dan visioner?
Dengan popularitas yang terus meningkat, Hangky Arther Gerungan berpeluang besar tampil sebagai kejutan dalam Musda mendatang. Banyak pengamat politik lokal menyebut, jika HAG serius melangkah, ia bisa menjadi sosok pemersatu dan pembawa perubahan di tubuh Golkar Sulut. (len)











