EKSPOSTIMES.COM- Arah politik Partai Golkar Sulawesi Utara mulai bergetar menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulut. Seiring berakhirnya kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang telah menjabat dua periode, kursi Ketua DPD I Golkar Sulut kini menjadi rebutan figur-figur potensial. Salah satu nama yang tiba-tiba menjadi perbincangan hangat adalah Hangky Arther Gerungan (HAG).
Dikenal sebagai pengusaha sukses dan figur publik yang dihormati, Hangky Arther Gerungan bukan nama asing di kancah politik Sulut. Meskipun jarang tampil di permukaan, manuver politiknya mulai tercium kuat di berbagai level. Ia disebut-sebut sebagai “kuda hitam” dengan taktik senyap namun mematikan.
Baca Juga: Jelang Musda Golkar, Nama Kamasi-Runtu hingga Suoth Masuk Radar, HAG Muncul Sebagai Kuda Hitam
“Beliau tidak banyak bicara, tapi setiap gerakannya punya dampak besar. Strateginya terukur dan tidak asal ‘main panggung’,” ungkap seorang kader senior Golkar yang enggan disebutkan namanya, Rabu (4/6).
Kedekatannya dengan sejumlah pimpinan partai, baik di daerah maupun pusat, menjadi senjata tak terlihat yang berpotensi mengubah arah Musda Golkar Sulut 2025.
Meski nama HAG kini jadi sorotan utama, ia tak melaju tanpa tantangan. Beberapa figur seperti Adrie Kamasi, Ketua DPD II Golkar Minahasa, Stacy Runtu politisi muda dan anggota DPRD Minahasa, serta Febry Franky Handri Suoth, Sekretaris DPD II Golkar Minahasa dan Ivon Andris juga masuk radar.
Namun, banyak analis melihat bahwa peta bisa berubah drastis bila Gerungan memutuskan ‘masuk gelanggang’ secara terbuka. Popularitasnya, kapasitasnya sebagai tokoh pembangunan, dan reputasinya di dunia usaha memberi nilai lebih yang sulit disaingi.
Dengan absennya CEP dari bursa ketua akibat batasan periode, Musda kali ini membuka ruang baru untuk transformasi partai. Pertarungan diprediksi tak hanya akan mengandalkan basis struktural, tapi juga kekuatan gagasan dan jaringan.
“Ini bukan sekadar Musda biasa. Akan terjadi pertarungan antara figur berpengalaman, kekuatan jaringan, dan semangat regenerasi,” ujar Adrianus, pengamat politik lokal.
Melihat jejak rekam, Hangky Arther Gerungan memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk tampil sebagai pemimpin baru: visi, jaringan, kapabilitas manajerial, serta kesantunan politik. Jika strategi yang dibangunnya berjalan sesuai rencana, bukan mustahil ia akan memimpin Golkar Sulut memasuki era baru.
Musda Golkar Sulut 2025 diprediksi menjadi ajang tarik-ulur kekuatan politik yang penuh kejutan. Dalam pusaran figur muda, tokoh senior, dan para teknokrat partai, sosok Hangky Arther Gerungan berpotensi tampil sebagai game changer yang tak banyak bicara, tapi bergerak penuh makna. (tim)











