EKSPOSTIMES.COM- Harga emas dunia meledak! Rabu malam (16/4/2025), harga emas di pasar spot dunia menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa: US$ 3.350,9 per troy ons, melonjak tajam 3,07% dalam sehari. Tak pelak, harga emas batangan Antam ikut melambung, menembus angka Rp1.975.000 per gram, tertinggi dalam sejarah perdagangan emas Indonesia.
Kenaikan drastis ini tidak terjadi begitu saja. Investor global tengah berburu aset safe haven di tengah badai ketidakpastian ekonomi dunia: inflasi global, ketegangan geopolitik, dan ancaman resesi menjadi latar belakang sempurna bagi reli logam mulia.
Pemicunya? Pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan pelaku industri di Chicago menjadi pemantik. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu kenaikan tarif impor, sebagai efek domino dari perang dagang Amerika Serikat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Sejarah, Tembus Rp1,91 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?
“Harga barang dan jasa bisa naik signifikan. Kami pastikan inflasi ini tidak berlarut-larut,” ujar Powell, dikutip dari Bloomberg.
Sontak pasar merespons. Dolar AS terjungkal ke posisi terendah dalam enam bulan, dan investor berbondong-bondong masuk ke emas sebagai pelindung nilai (hedging). Brian Martin dan Daniel Hynes dari ANZ Research menyebut situasi ini sebagai “perfect storm” untuk reli emas.
Efeknya langsung terasa di tanah air. Kamis pagi (17/4/2025), harga emas Antam naik tajam Rp32.000 menjadi Rp1.975.000 per gram. Bahkan harga buyback-nya melonjak ke Rp1.824.000, rekor baru yang menggambarkan tingginya permintaan pasar domestik.
Sehari sebelumnya, Antam sempat memperbarui harga dua kali dalam sehari. Pada pukul 16:34 WIB, harga melonjak Rp27.000 menjadi Rp1.943.000, seolah mengantisipasi lonjakan global yang sedang berlangsung.
Kenaikan ini bukan sekadar euforia pasar. Emas tengah berada di puncak tren naik struktural: inflasi global yang belum mereda, pelemahan dolar AS, tensi geopolitik dan perang dagang, dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed.
Kondisi ini menciptakan dorongan jangka menengah hingga panjang bagi investor untuk menumpuk emas sebagai penyelamat nilai kekayaan mereka.
Baca Juga: Harga Emas Turun Usai Cetak Rekor Tertinggi, Saatnya Cuan atau Akumulasi?
“Permintaan spekulatif naik. Tapi juga permintaan fungsional dari investor yang ingin lindungi diri dari pelemahan rupiah dan potensi krisis global,” kata analis pasar uang, Aditya Wiranegara.
Kemungkinan besar, iya. Dengan tren saat ini, target jangka pendek di US$ 3.400 per troy ons bukanlah hal mustahil. Sepanjang tahun 2025 saja, emas sudah naik 24,88%. Dalam setahun terakhir, lonjakannya menyentuh 38,41%.
Banyak analis menilai emas masih punya ruang untuk tumbuh, terutama jika tensi perang dagang meningkat dan suku bunga benar-benar dipangkas. (tim)













