EKSPOSTIMES.COM- Harga emas batangan dari berbagai produsen seperti Antam, UBS, dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian pada Senin (2/6/2025) dilaporkan tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Stabilnya harga ini terjadi di tengah lonjakan harga emas dunia akibat tensi geopolitik yang memanas dan ketidakpastian ekonomi global.
Mengutip data resmi dari laman Pegadaian, harga emas Antam untuk satu gram tetap berada di level Rp1.941.000. Emas Galeri24 pun stagnan di angka Rp1.881.000 per gram, sementara emas UBS dibanderol Rp1.889.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stabil di Rp 1,88 Juta: Setelah Roller Coaster, Pasar Mulai Tenang?
Berikut rincian harga emas Antam per ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.022.000
- 1 gram: Rp1.941.000
- 2 gram: Rp3.821.000
- 5 gram: Rp9.474.000
- 10 gram: Rp18.890.000
- 25 gram: Rp47.095.000
- 50 gram: Rp94.109.000
- 100 gram: Rp188.137.000
- 250 gram: Rp470.069.000
- 500 gram: Rp939.921.000
- 1.000 gram: Rp1.879.801.000
Sementara harga emas UBS:
- 0,5 gram: Rp1.021.000
- 1 gram: Rp1.889.000
- 2 gram: Rp3.747.000
- 5 gram: Rp9.256.000
- 10 gram: Rp18.415.000
- 25 gram: Rp45.946.000
- 50 gram: Rp91.703.000
- 100 gram: Rp183.333.000
- 250 gram: Rp458.196.000
- 500 gram: Rp915.312.000
Adapun harga emas Galeri24 tercatat sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp987.000
- 1 gram: Rp1.881.000
- 2 gram: Rp3.705.000
- 5 gram: Rp9.194.000
- 10 gram: Rp18.338.000
- 25 gram: Rp45.731.000
- 50 gram: Rp91.388.000
- 100 gram: Rp182.686.000
- 250 gram: Rp456.488.000
- 500 gram: Rp912.526.000
- 1.000 gram: Rp1.825.052.000
Sementara itu, harga emas dunia mengalami kenaikan signifikan. Hingga pukul 08:33 WIB, harga emas di pasar spot global tercatat sebesar US$ 3.307,57 per troy ons, naik 0,56% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan tensi geopolitik di Eropa Timur, khususnya antara Rusia dan Ukraina. Laporan dari Bloomberg News menyebutkan bahwa Ukraina meluncurkan serangan udara yang menargetkan beberapa wilayah Rusia, termasuk lapangan udara di timur Siberia.
Sebagai respons, Rusia turut melakukan serangan balasan ke Ukraina, padahal kedua negara dijadwalkan bertemu pekan ini untuk membahas gencatan senjata.
Kondisi global juga diperburuk oleh memanasnya isu perang dagang. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif minimal 50% untuk impor baja dan aluminium. Kanada telah menyatakan akan mengambil langkah balasan jika kebijakan tersebut diberlakukan. Ketegangan juga muncul dalam hubungan dagang antara AS dan China, di mana Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengakui adanya hambatan dalam negosiasi perdagangan.
Ketidakpastian global ini membuat investor berbondong-bondong memburu emas sebagai aset safe haven. Secara teknikal, emas saat ini berada dalam zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat di angka 53, sementara indikator Stochastic RSI juga berada di level netral atas.
Adapun dalam perdagangan harian, harga emas diperkirakan akan menguji level resistance di US$ 3.315 per troy ons. Namun sebelumnya, harga harus mampu melewati pivot point di level US$ 3.309 per troy ons. Jika tekanan jual muncul, harga berpotensi melemah hingga support terdekat di US$ 3.303, bahkan bisa terkoreksi ke US$ 3.286 per troy ons.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp23.000 per Gram, Ketegangan Global Mereda Jadi Pemicu
Meski harga emas dalam negeri cenderung stabil, situasi pasar global yang penuh ketegangan menjadikan emas sebagai instrumen investasi yang kembali dilirik. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global, karena volatilitas harga emas ke depan masih sangat terbuka. (*/tim)













