EKSPOSTIMES.COM– Satu hari jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia pada Kamis (5/6), harga emas naik Rp14.000 menjadi Rp1.938.000 per gram. Kenaikan ini menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan gejolak ekonomi global yang dipicu melemahnya data ekonomi Amerika Serikat.
Kenaikan ini tak hanya berlaku untuk harga jual, tapi juga menyentuh harga buyback alias harga jual kembali emas ke Antam, yang ikut naik menjadi Rp1.782.000 per gram. Bagi investor dan masyarakat yang menyimpan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), momentum ini memberi angin segar menjelang perayaan besar umat Islam.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Drastis Rp35.000, Tembus Rp1,94 Juta per Gram
Namun, di balik lonjakan ini, tersirat sinyal kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi global. Terutama dari Amerika Serikat, yang menjadi motor ekonomi dunia.
Kenaikan harga emas Antam tak bisa dilepaskan dari pergerakan harga emas global. Pada perdagangan Rabu (4/6) waktu setempat, harga emas dunia di pasar spot ditutup naik 0,6% menjadi US$ 3.373,4 per troy ons. Kenaikan ini dipicu oleh memburuknya sejumlah indikator ekonomi AS.
Institute for Supply Management (ISM) mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor jasa Amerika Serikat hanya berada di angka 49,9 pada Mei. Angka ini menandai kontraksi karena berada di bawah ambang 50. Terakhir kali sektor jasa AS mengalami kontraksi adalah pada Juni 2023.
Tak hanya itu, Automatic Data Processing (ADP) melaporkan penciptaan lapangan kerja swasta hanya mencapai 37.000 pekerjaan pada Mei—angka terendah sejak Maret 2023. Ini menunjukkan pelemahan signifikan dalam sektor ketenagakerjaan, dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan guna mendorong pemulihan.
Situasi ini membuat emas makin menarik. Sebagai aset non-yielding, emas cenderung naik nilainya saat suku bunga turun karena tidak bersaing dengan aset lain yang menghasilkan imbal hasil seperti obligasi.
Kenaikan harga emas juga tercermin di seluruh pecahan emas batangan yang ditawarkan Antam. Berikut daftar harga pada Kamis (5/6):
- 0,5 gram: Rp1.019.000
- 1 gram: Rp1.938.000
- 2 gram: Rp3.816.000
- 3 gram: Rp5.699.000
- 5 gram: Rp9.465.000
- 10 gram: Rp18.875.000
- 25 gram: Rp47.062.000
- 50 gram: Rp94.045.000
- 100 gram: Rp188.012.000
- 250 gram: Rp469.765.000
- 500 gram: Rp939.320.000
- 1.000 gram: Rp1.878.600.000
Konsumen perlu mencermati juga potongan pajak yang dikenakan saat membeli maupun menjual emas. Berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Sementara untuk penjualan kembali dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% (pemilik NPWP) dan 3% (tanpa NPWP), yang langsung dipotong dari nilai buyback.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Stabil, Emas Dunia Tembus US$3.307 per Troy Ons Imbas Krisis Global
Kenaikan harga emas secara historis selalu dikaitkan dengan ketidakpastian ekonomi global. Lonjakan harga menjelang Idul Adha 2025 ini bisa menjadi pertanda bahwa investor global tengah bersiap menghadapi perlambatan ekonomi besar-besaran, utamanya dari AS.
Bagi masyarakat Indonesia, terutama umat Muslim yang hendak membeli perhiasan atau emas batangan menjelang hari raya, momen ini menjadi dilema. Di satu sisi, harga tinggi membuat emas mahal dibeli. Di sisi lain, bagi pemilik emas lama, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk menjual dan merealisasikan keuntungan.
Namun satu hal pasti, emas kembali menunjukkan kekuatannya sebagai aset pelindung saat badai ekonomi mulai datang. (*/tim)













