Nasional

Presiden Prabowo: Jangan Permainkan Indonesia, Negara Akan Bertindak Tegas

×

Presiden Prabowo: Jangan Permainkan Indonesia, Negara Akan Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto berpidato di podium Gedung Pancasila saat peringatan Hari Lahir Pancasila 2025.
Presiden RI Prabowo Subiantomenegaskan komitmen untuk bertindak tegas terhadap segala upaya adu domba dan pelanggaran konstitusi.

EKSPOSTIMES.COM- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh dipermainkan, ditipu, ataupun diadu domba oleh pihak-pihak asing maupun elemen dalam negeri yang tidak setia pada negara. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).

Dalam upacara kenegaraan yang dihadiri para menteri, pejabat tinggi negara, dan tokoh masyarakat itu, Prabowo mengingatkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia sarat dengan upaya adu domba yang dilakukan oleh kekuatan asing.

Baca Juga: Dukungan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 74,6 Persen di Survei IDSIGHT, Tantangan Ekonomi dan Komunikasi Jadi Sorotan

“Dengan uang, mereka membiayai LSM untuk mengadu domba kita,” ucap Prabowo dalam pidatonya. Ia menuding ada pihak luar yang mengklaim diri sebagai penjunjung tinggi demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kebebasan pers, namun sesungguhnya hanya berdasarkan standar mereka sendiri.

Prabowo menyinggung bahwa intervensi asing bukanlah hal baru bagi Indonesia. “Pihak asing itu sudah datang ke wilayah kita sejak ratusan tahun lalu, dan terus mengadu domba hingga sekarang,” ujar Presiden ke-8 RI tersebut. Namun ia menegaskan bahwa seruannya bukan untuk menyulut kecurigaan pada bangsa lain, melainkan sebagai peringatan agar bangsa Indonesia tidak mudah diperdaya.

“Kita tidak boleh dipermainkan oleh bangsa mana pun. Kita ingat kata-kata Bung Karno: bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Dalam pidato yang bernada tegas itu, Prabowo juga menyerukan pentingnya persatuan nasional. Menurutnya, berbagai bentuk perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, karena justru hal itu yang diharapkan oleh kekuatan asing yang tidak menginginkan Indonesia menjadi kuat dan sejahtera.

“Perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokan. Ini selalu yang diharapkan oleh bangsa-bangsa asing, kekuatan-kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa dirinya sebagai Presiden sekaligus mandataris rakyat tidak akan ragu untuk menindak siapa pun yang mempermainkan negara.

Prabowo menegaskan bahwa tidak ada pihak mana pun yang bisa menganggap remeh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sekali lagi mengimbau, mengajak mereka-mereka jangan menganggap negara ini tidak ada, jangan menganggap negara ini bisa dipermainkan, jangan menganggap NKRI bisa dibohongi, jangan menganggap NKRI bisa ditipu,” ujar Prabowo dengan nada tinggi.

Ia menyatakan bahwa dirinya telah disumpah untuk menegakkan Undang-Undang Dasar dan seluruh hukum di Indonesia, dan ia berkomitmen menjalankan sumpah tersebut dengan penuh ketegasan.

“Insya Allah saya akan melaksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu,” kata Prabowo.

Oleh sebab itu, Presiden memperingatkan semua unsur di lembaga pemerintahan dan struktur negara agar segera berbenah dan membersihkan diri. Negara, kata dia, tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang tidak setia pada konstitusi dan nilai-nilai kebangsaan.

“Tanpa pandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana, yang tidak setia kepada negara, yang melanggar undang-undang, yang melanggar Undang-Undang Dasar, akan kita tindak,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momen reflektif, kembali ke nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa.

“Marilah kita kembalikan nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur perjuangan bangsa kita. Marilah kita menggunakan momentum ini untuk memperbaiki diri dan memperbaiki sistem kita masing-masing,” ujarnya.

Pidato ini menegaskan sikap Presiden Prabowo bahwa era kompromi terhadap pihak-pihak yang merongrong negara sudah lewat. Pesannya jelas: Indonesia harus bersatu, waspada, dan tegas dalam menjaga kedaulatan dan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *