EKSPOSTIMES.COM- Sebuah drama absurd terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seorang pegawai negeri sipil (PNS) dari Lampung berani menyamar sebagai jaksa gadungan dan bahkan sempat menyambangi Kejaksaan Negeri OKI serta Kodim OKI untuk meminta pengawalan menemui bupati.
Pria yang belakangan diketahui bernama Bobby Asia, warga Jalan Bumi Manti 4, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, itu akhirnya diamankan oleh jajaran Kejari OKI, Senin (6/10/2025), setelah sandiwara hukumnya terbongkar.
Bobby yang ternyata bukan jaksa, melainkan ASN di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bandar Lampung mengaku bertugas di Kejaksaan Agung RI bidang Intelijen. Dengan percaya diri, ia mengenakan seragam dinas kejaksaan lengkap dengan pangkat melati dua yang dibelinya di pasar.
Menurut keterangan Kasipenkum Kejati Sumsel, Vani Yulia Eka Sari, pelaku sempat menyambangi Kantor Kejati Sumsel untuk menemui Kasi Dalops, namun gagal bertemu. Tak kehabisan akal, ia melanjutkan aksinya ke Kantor Kejari OKI, memperkenalkan diri sebagai pejabat Kejagung yang sedang bertugas, lalu meminta bantuan Kodim OKI untuk dikawal menuju rumah dinas bupati.
Baca Juga: Kejari Penjarakan Dua Tersangka Korupsi GOR Talaud Rp3,95 Miliar, Ini Identitas dan Kasusnya
Namun, gelagat mencurigakan pelaku langsung ditangkap oleh Kajari OKI, H. Sumantri, S.H., M.H., bersama Kasi Intel Agung Setiawan dan Kasi Pidsus Purnomo. Setelah dilakukan verifikasi internal, nama Bobby Asia tak tercatat dalam sistem kepegawaian Kejaksaan.
“Begitu tahu dia bukan jaksa, kami langsung amankan di sebuah rumah makan,” ujar Vani, Selasa (7/10/2025).
Pelaku kemudian dibawa ke Kantor Kejati Sumsel di Palembang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil penyelidikan awal, belum ditemukan indikasi bahwa pelaku sempat melakukan penipuan atau pungutan terhadap pihak mana pun, namun motif aksinya masih diselidiki.
“Asal-usul, motif, dan kemungkinan pelanggaran hukum sedang kami dalami. Termasuk kondisi kejiwaannya, apakah ada gangguan atau tidak,” jelas Vani.
Menurut sumber internal kejaksaan, pelaku bersikap tenang dan meyakinkan saat awal pemeriksaan. Ia mengaku membeli pakaian dinas kejaksaan berpangkat melati dua hanya untuk “urusan pribadi”. Namun, kehadirannya di sejumlah instansi membuat aparat curiga karena ia terlalu percaya diri mengaku pejabat Kejagung.
Kini, Bobby Asia harus menghadapi kenyataan pahit, seragam yang ia kenakan bukan simbol kehormatan, melainkan barang bukti.
Kejaksaan memastikan, aksi penyamaran seperti ini akan ditindak tegas, karena berpotensi menodai kredibilitas institusi penegak hukum. (*/tim)









