Hukum & Kriminal

Tonny Renaldo Mengaku Jaksa Elite, Raup Rp310 Juta, Kini Dijerat Kasus Penipuan

×

Tonny Renaldo Mengaku Jaksa Elite, Raup Rp310 Juta, Kini Dijerat Kasus Penipuan

Sebarkan artikel ini
TONNY Renaldo Matan, pria yang mengaku jaksa bintang satu dan dekat dengan staf khusus Jaksa Agung, ditangkap setelah menipu dua warga Pamulang hingga Rp310 juta.

EKSPOSTIMES.COM- Kepolisian Tangerang Selatan menetapkan Tonny Renaldo Matan (49) sebagai tersangka kasus penipuan bermodus mengaku sebagai jaksa. Penangkapan dilakukan setelah Tonny diduga menipu dua warga Pamulang hingga total kerugian mencapai Rp310 juta.

Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang memastikan status hukum Tonny.

“Sudah jadi tersangka,” ujar Victor di Mapolres Tangsel, Sabtu (15/11).

Ia menegaskan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban tambahan.

Tonny ditangkap tim Satuan Tugas Intelijen, Reformasi, dan Inovasi Kejaksaan Agung di wilayah Pamulang beberapa hari sebelumnya.

Untuk meyakinkan korban, ia mengaku sebagai jaksa berpangkat bintang satu dan menyebut bisa mengurus berbagai perkara karena dekat dengan staf khusus Jaksa Agung.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel, Apreza Darul Putra, mengungkapkan bahwa pelaku memungut uang dari korban tanpa menjelaskan urusan yang dijanjikan.

“Dia hasil dari menipu seseorang, kemudian tidak disampaikan untuk mengurus urusan apa,” ujar Apreza.

Dalam penangkapan itu, tim turut mengamankan sepucuk senjata api jenis revolver berikut tujuh peluru aktif.

Selain itu, ditemukan Rp283 juta uang tunai yang masih berada di tangan pelaku. Sisa dana penipuan tercatat ada di rekening pribadi Tonny.

Tonny mengakui telah menipu dua orang. Dalam aksi pertamanya, ia mendapat Rp200 juta.

“Dia tadi menyampaikan, uangnya sudah habis. Masih sedang kami telusuri,” tambah Apreza.

Terungkap pula bahwa Tonny pernah berstatus sebagai jaksa. Ia diberhentikan oleh Kejaksaan Agung pada tahun 2009 karena terlibat kasus penipuan serupa. Penyidik kini menelusuri apakah pelaku kembali beraksi dengan jaringan lama atau bertindak sendiri.

Polisi dan Kejaksaan memastikan proses penyidikan terus diperluas untuk mengungkap aliran dana serta kemungkinan korban lainnya. (cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *