EKSPOSTIMES.COM- Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Suparlan, Komplek Pusdikpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 10 Agustus 2025.
Upacara tersebut menjadi momentum penting penguatan pertahanan negara, yang mendapat apresiasi tinggi dari pengamat militer Dr. John Palinggi MM, MBA.
Dalam prosesi yang diawali salam kebangsaan itu, Presiden Prabowo melantik sejumlah perwira tinggi TNI, termasuk Panglima Kopassus, Panglima Korps Marinir, Panglima Kopasgat, dan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Barisan TNI, Lantik Wakil Panglima dan Tiga Kepala Badan Strategis
Presiden juga menganugerahkan pangkat jenderal kehormatan dan tanda kehormatan Bintang Sakti kepada prajurit serta tokoh yang dinilai berjasa besar bagi NKRI.
“Upacara ini luar biasa. TNI kita tangguh, kuat, dan patut dibanggakan,” ujar John Palinggi di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, gelaran ini menegaskan pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan tak bisa diintervensi.
John menilai langkah Presiden memperkuat postur pertahanan tercermin dari pemekaran 6 Kodam baru, penambahan 6 Grup Kopassus, dan peresmian 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) di wilayah strategis. Perubahan jabatan dari Danjen menjadi Panglima pada pasukan khusus juga dinilainya mempercepat respon terhadap ancaman.
Baca Juga: Demi Keamanan Jaksa, Prabowo Teken Perpres: TNI-Polri Siap Kawal Penegakan Hukum
Ia juga menyoroti penghargaan kepada 12 tokoh militer legendaris yang berkontribusi besar bagi pertahanan negara.
“Presiden menghargai para pejuang yang mempertaruhkan nyawa untuk NKRI. Tidak ada generasi penerus tanpa generasi sebelumnya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Wakil Panglima TNI. John memuji integritasnya dan berharap amanah ini dijalankan dengan baik.
Tokoh nasional low profile itu mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan TNI.
“Banyak yang bicara soal militer, tapi tak paham isi perut TNI,” sindirnya.
John menutup pernyataannya dengan apresiasi kepada Presiden Prabowo.
“Terima kasih Pak Presiden, melalui acara ini rakyat diyakinkan bahwa TNI kita kuat, tangguh, dan solid. Modal berharga untuk membangun Indonesia lebih maju,” pungkasnya. (lian)












