Nasional

Bulog Catat Rekor! Penyerapan Gabah Tertinggi dalam 10 Tahun, Petani Kian Sejahtera

×

Bulog Catat Rekor! Penyerapan Gabah Tertinggi dalam 10 Tahun, Petani Kian Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Bulog mencatat rekor penyerapan gabah tertinggi dalam 10 tahun, mencapai 725 ribu ton setara beras, meningkatkan kesejahteraan petani.
Langkah cepat Bulog dalam menyerap gabah petani menjadi angin segar bagi sektor pertanian dan perekonomian nasional. 

EKSPOSTIMES.COM- Perum Bulog terus menggenjot penyerapan gabah dan beras hasil panen petani di seluruh Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Hingga Maret 2025, Bulog mencatat penyerapan gabah luar biasa, mencapai lebih dari 725 ribu ton setara beras, capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, mengungkapkan bahwa target penyerapan gabah yang ditetapkan pemerintah telah terealisasi dengan baik. Angka ini tidak hanya mencerminkan upaya stabilisasi pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung petani lokal.

Baca Juga: Proses Pengunduran Diri Dirut Bulog dari TNI Masih Berjalan, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

“Penyerapan gabah lebih dari 725 ribu ton setara beras ini merupakan capaian tertinggi dalam periode Januari-Maret dalam 10 tahun terakhir. Ini selaras dengan target pemerintah untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap stabil,” ujar Prihasto dalam keterangan resmi, Senin (31/3/2025).

Untuk mempercepat proses penyerapan, Bulog meningkatkan sinergi dengan petani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia.

Harga pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP), sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Bulog Pastikan Beli Gabah Sesuai HPP, Petani Diminta Penuhi Standar Kualitas

“Kami berkomitmen untuk terus menyerap hasil panen petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Program ini adalah bukti nyata komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Prihasto.

Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Sudaryono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bulog dalam mendukung petani melalui skema penyerapan gabah ini. Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian nasional.

“Bulog membeli gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kg. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam mensejahterakan petani. Ini bukan sekadar kebijakan, tetapi bukti nyata perhatian Presiden Prabowo melalui Bulog,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menambahkan bahwa harga pembelian yang ditetapkan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP), menjaga harga tetap menguntungkan bagi petani, serta memperkuat perekonomian pedesaan.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, juga memastikan bahwa harga pembelian gabah ini membuat petani tidak merugi dan dapat menikmati hasil panen dengan harga yang layak.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan POLRI agar proses penyerapan gabah berjalan lancar di seluruh Indonesia,” tambah Widiarso.

Dengan langkah agresif ini, Bulog berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan pencapaian ini, Bulog mendukung penuh target swasembada pangan nasional sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kami akan terus menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa depan,” pungkas Widiarso.

Langkah cepat Bulog dalam menyerap gabah petani menjadi angin segar bagi sektor pertanian dan perekonomian nasional.

Dengan kebijakan ini, para petani bisa merasakan manfaat langsung dari hasil panen mereka, sekaligus memastikan stok beras nasional tetap aman menjelang Idulfitri 2025. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d