Hukum & KriminalNasional

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penyelundupan Onderdil Mobil Ilegal, WN China Diduga Pemasok Utama

×

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penyelundupan Onderdil Mobil Ilegal, WN China Diduga Pemasok Utama

Sebarkan artikel ini

EKSPOSTIMES.COM- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyelundupan onderdil mobil ilegal yang beredar di sejumlah toko di Jakarta. Dalam kasus ini, seorang warga negara (WN) China berinisial VV (30) diduga menjadi pemasok utama suku cadang tersebut.

Polisi kini masih menelusuri jalur masuknya barang-barang ilegal itu ke Indonesia.

Brigjen Helfi Assegaf, Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa VV kerap datang ke Indonesia untuk menawarkan onderdil kepada pemilik toko di Jakarta. Dengan melakukan pendekatan langsung, ia membangun kerja sama dan menerima pesanan berdasarkan daftar produk yang telah disiapkannya.

“Modusnya, VV datang ke Indonesia secara berkala dan menawarkan onderdil mobil kepada toko-toko berdasarkan daftar barang yang ia miliki,” ujar Helfi dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025).

Setelah mencapai kesepakatan, dibuatlah surat pesanan yang kemudian dikoordinasikan untuk pengiriman dan pembayaran. Namun, pemilik toko tidak mengetahui bagaimana suku cadang itu dikirim ke Indonesia.

“Mereka hanya menerima barang langsung di gudang masing-masing tanpa mengetahui proses pengirimannya dari China,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan, VV diketahui rutin berkunjung ke Jakarta setiap tiga bulan sekali untuk menawarkan produk-produk ilegalnya. Namun, jalur penyelundupan onderdil tersebut masih menjadi fokus penyelidikan.

“Kami telah memetakan pergerakan VV, yang setiap tiga bulan sekali datang ke Jakarta, kembali ke negaranya, lalu mengatur pengiriman barang lagi,” jelas Helfi.

Bareskrim Polri kini tengah mendalami mekanisme penyelundupan tersebut, termasuk kemungkinan masuknya barang melalui pelabuhan resmi atau jalur ilegal lainnya. Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan profiling terhadap VV guna memperoleh data lebih lengkap.

“Kami telah melakukan pelacakan selama beberapa bulan dan akan terus berkoordinasi dengan Imigrasi terkait keberadaan serta aktivitas yang bersangkutan,” imbuhnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita ribuan onderdil ilegal dari berbagai merek ternama seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, Isuzu, dan Ford.

“Total nilai barang yang berhasil kami sita mencapai Rp 3 miliar, sementara potensi kerugian negara akibat penyelundupan ini diperkirakan sebesar Rp 10,8 miliar,” tegas Helfi.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lebih luas dalam penyelundupan onderdil ilegal ini. (rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d