Hukum & Kriminal

Ancaman Bom di Langit Nusantara, Kapolri dan FBI Telusuri Jejak Digital Pengirim Teror ke Saudi Airlines

×

Ancaman Bom di Langit Nusantara, Kapolri dan FBI Telusuri Jejak Digital Pengirim Teror ke Saudi Airlines

Sebarkan artikel ini
Petugas keamanan memeriksa pesawat Saudi Airlines di Bandara Kualanamu setelah ancaman bom SV5276.
Ancaman bom pada penerbangan Saudi Airlines SV5276 dari Jeddah ke Jakarta membuat pesawat mendarat darurat di Kualanamu. Kapolri gandeng FBI telusuri pengirim teror digital yang diduga berasal dari Mumbai, India.

EKSPOSTIMES.COM- Langit Indonesia nyaris diselimuti kepanikan. Sebuah ancaman bom misterius yang dikirimkan melalui email kepada kopilot maskapai Saudi Arabia Airlines penerbangan SV5276 dari Jeddah ke Jakarta, memaksa pesawat mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Di balik ancaman itu, kini terkuak upaya penyelidikan lintas negara yang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangan persnya di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Sabtu (21/6/2025), menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami jejak digital pengirim ancaman yang mengguncang penerbangan dengan 442 penumpang tersebut mayoritas jemaah haji asal Indonesia.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan FBI untuk menyelidiki email yang ada,” ujar Kapolri.

Baca Juga: Teror Bom Hantui Jemaah Haji, Pesawat Saudi Airlines Mendarat Darurat di Medan

Namun yang mengagetkan, identitas pengirim dan alamat email tidak sinkron. Listyo mengungkapkan bahwa ada indikasi penggunaan nama palsu atau email palsu dalam pesan yang mengandung teror pembajakan tersebut.

“Kita dapati email yang dikirim tidak sesuai dengan nama yang dimaksud. Alamat emailnya tidak cocok dengan pemilik email yang sebenarnya,” jelasnya.

Belum ada kesimpulan pasti apakah ancaman ini berasal dari dalam negeri atau luar negeri, namun fakta bahwa email diterima dalam bahasa Inggris dan berasal dari Mumbai, India, menambah kompleksitas kasus ini.

“Apakah ini masuk wilayah hukum Indonesia atau masih dari luar negeri, semuanya masih dalam pendalaman. Kita tidak bisa gegabah mengambil kesimpulan,” tambahnya.

Ancaman yang diterima kopilot SV5276 menyebutkan akan terjadi aksi pembajakan atau peledakan ketika pesawat mendarat di Jakarta. Namun, keputusan cepat dan tepat dari awak pesawat membuat mereka memilih mendarat darurat di Bandara Kualanamu pada Selasa, 17 Juni 2025.

Di sinilah ketegangan memuncak. Sebanyak 442 penumpang, sebagian besar mengenakan ihram, diturunkan untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. Namun, hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tidak ditemukan satu pun benda mencurigakan di dalam pesawat ataupun barang bawaan para penumpang.

“Sampai dengan selesainya skrining, tidak ditemukan benda-benda aneh yang menyerupai bom,” tegas Listyo.

Ancaman ini tidak hanya mengganggu keamanan penerbangan, tetapi juga menyentuh hubungan bilateral dan kewaspadaan regional, mengingat SV5276 adalah bagian dari armada nasional Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: Tak Takut Diteror, Prabowo Janji Lawan Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Pemerintah Saudi pun menyatakan tengah melakukan investigasi paralel atas insiden ini. Sebab, yang menjadi sasaran bukan hanya penumpang, tapi aset negara dan simbol kepercayaan jemaah internasional.

Teror di langit ini membuka mata semua pihak, bahwa ancaman terhadap keamanan penerbangan internasional kini bukan hanya soal bom fisik, tetapi bom digital yang dikirim dari ribuan kilometer jauhnya dengan niat mengganggu ketenangan dunia.

Pihak berwenang Indonesia dan internasional kini berpacu dengan waktu untuk menemukan pelaku sebelum teror serupa menghantui penerbangan lain. (*/riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d