EKSPOSTIMES.COM- Aksi pencurian kopra kembali mengguncang Kota Tomohon. Kali ini, tiga pria nekat mencoba menggasak hasil panen warga di Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur, pada Selasa, 29 April 2024. Namun, nasib berkata lain. Aksi mereka berhasil digagalkan warga dan aparat, meski dua pelaku masih lolos dari kejaran.
Insiden terjadi ketika ketiga pelaku membawa kabur kopra curian dari Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu. Saat hendak melarikan diri menggunakan mobil, mereka dipergoki oleh warga dan terlibat aksi kejar-kejaran dramatis di jalanan Tomohon.
Kendaraan yang digunakan pelaku melaju kencang, namun akhirnya kehilangan kendali dan menabrak mobil yang dikendarai seorang warga bernama Timoti Magelep (21). Mobil pelaku pun tergelincir ke dalam selokan. Dalam kepanikan, ketiganya keluar dari kendaraan dan berusaha melarikan diri ke arah permukiman warga.
Namun nahas bagi salah satu pelaku berinisial L.S. (30), warga Tara-Tara Tiga, yang berhasil ditangkap warga. Ia nyaris menjadi korban amuk massa, namun beruntung aparat TNI, Serka Talokon, yang tengah berada di lokasi, bertindak cepat dan mengamankannya.
“Pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Tomohon Tengah untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Danramil 1302-06/Tomohon, Kapten Arm Zadrak Charles Sonlay.
Empat karung kopra hasil curian berhasil diamankan dari lokasi kejadian. Mobil yang digunakan pelaku mengalami kerusakan berat, bahkan menjadi sasaran kemarahan warga yang geram atas aksi kriminal ini.
Sementara dua pelaku lainnya kini menjadi buron. Kapolsek Tomohon Tengah memastikan, identitas mereka telah dikantongi dan pengejaran terus dilakukan. Warga yang memiliki informasi terkait diminta segera melapor untuk mempercepat proses penangkapan.
Baca Juga: Kapolda Sulut Resmikan Mako Polres Kotamobagu, Dorong Kolaborasi demi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Kapten Zadrak menegaskan bahwa kerja sama TNI dan Polri dalam merespons kejadian ini merupakan bukti sinergi nyata dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi kecepatan dan kepedulian warga, tetapi tetap kami imbau untuk tidak bertindak main hakim sendiri. Serahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Kasus ini kembali menyoroti rentetan pencurian hasil pertanian yang marak terjadi di wilayah Minahasa dan sekitarnya. Petani lokal menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan, dan hal ini menimbulkan keresahan yang tak bisa diabaikan.
Kapolsek Tomohon Tengah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Ini bukan pencurian biasa, tapi sudah masuk ke ranah kejahatan terorganisir. Kami akan kejar sampai dapat,” tandasnya.
Situasi di lokasi kejadian kini telah kembali kondusif. Warga tetap diminta waspada, dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan demi menjaga ketenteraman bersama. (tim)












