Berita UtamaHukum & Kriminal

Dapat Privilege dari Polri, Sie You Ho Bebas Serok Emas di Ratatotok, Warga Dibantai dan Disebut Pencuri!

×

Dapat Privilege dari Polri, Sie You Ho Bebas Serok Emas di Ratatotok, Warga Dibantai dan Disebut Pencuri!

Sebarkan artikel ini
KORBAN Fedro Tongkotow sewaktu dievakuasi ke rumah sakit. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Kasus tambang emas ilegal di Ratatotok, Minahasa Tenggara semakin menguak borok aparat penegak hukum. Seorang warga, Fernando Tongkotow, tewas tertembak oleh oknum Brimob yang mengawal tambang ilegal milik WNA China, Sie Yuo Ho. Alih-alih diusut tuntas, korban justru dicap sebagai pencuri.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi dalam konferensi pers, Selasa (11/3/2025), terang-terangan menyebut Fernando dan rekan-rekannya sebagai perampok tambang yang bersenjata samurai, parang, dan senapan angin.

“Mereka sudah berulang kali mencuri, ini dibuktikan dengan laporan polisi di Polres Mitra,” dalihnya.

Tapi anehnya, siapa yang sesungguhnya maling? Tambang emas itu jelas-jelas ilegal, artinya segala aktivitas di sana sudah masuk kategori perampokan sumber daya alam. Tapi entah kenapa, aparat malah pasang badan untuk WNA China yang mengeruk emas dari bumi Indonesia.

POLRI JADI BODYGUARD MAFIA TAMBANG?

Ketua LSM Masyarakat Jaring Koruptor Sulut (MJKS), Stenly Towoliu, geram dengan pernyataan Wakapolda. Baginya, ini bukti nyata betapa hukum di Sulut bisa dipelintir demi kepentingan segelintir orang.

“Jadi, siapa sebenarnya pencuri? WNA China yang jelas-jelas menggali emas tanpa izin, atau warga lokal yang hanya ingin mengambil secuil dari tanahnya sendiri?” sindir Towoliu tajam, Kamis (13/3).

Lebih miris lagi, Brimob yang harusnya menegakkan hukum malah jadi ‘satpam pribadi’ untuk tambang ilegal. Mereka bukan hanya mengawal, tapi sampai ikut menembaki rakyatnya sendiri.

“Apakah Polri kini berubah fungsi menjadi pasukan penjaga kepentingan asing?. Ini luar biasa! WNA China dikawal Brimob, dapat privilege card, bebas menambang, sementara warga lokal yang melawan malah dilabeli pencuri dan ditembak mati,” kata Towoliu, yang dikenal sering membongkar kasus korupsi di Bolmong dan Minut.

PRESIDEN DAN KAPOLRI HARUS TURUN TANGAN!

Kasus ini bukan sekadar penembakan biasa. Ini soal marwah negara dan kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Towoliu mendesak Presiden Prabowo dan Kapolri segera bertindak tegas.

“Saya dapat informasi, WNA ini dibekingi ‘bintang-bintang’ di Mabes! Kalau dibiarkan, hukum di negeri ini akan semakin hancur,” tegasnya.

Saat ini, Polda Sulut mengklaim telah menyelidiki delapan anggota Brimob yang ada di lokasi kejadian. Namun, publik tentu menunggu, apakah ini sekadar ‘wayang sandiwara’ atau benar-benar ada keberanian untuk menyeret mafia pertambangan yang berlindung di balik seragam aparat?

Satu hal yang pasti, kasus Ratatotok adalah potret kelam Indonesia. WNA bebas merampok emas, rakyat sendiri ditembak mati, dan hukum justru membela perampok sesungguhnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d