EKSPOSTIMES.COM- Di kaki gunung yang sejuk dan berselimut kabut tipis, ribuan pemuda dan remaja Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Daerah Sulawesi Utara berkumpul dalam satu misi besar: Diubah Untuk Mengubah. Tepat pada Senin, 30 Juni 2026, lonceng pembuka perkemahan resmi ditabuh di Kota Tomohon, menandai dimulainya sebuah perjalanan spiritual dan pembentukan karakter yang melampaui sekadar pertemuan rohani.
Ibadah pembukaan yang dipimpin langsung oleh Pdt. Robertus Sela, M.Th, Sekretaris Umum GGP, berlangsung penuh semangat. Dalam pesannya yang menohok, Pdt. Sela menyerukan agar generasi muda GGP tak larut dalam arus dunia, tetapi menjadi agen perubahan sejati.
“Anak muda GGP jangan hanya ikut tren, tapi jadilah garam dan terang. Jadilah pribadi yang diubah untuk mengubah lingkungan sekitarnya,” serunya lantang di hadapan ribuan peserta yang memadati area perkemahan.
Perkemahan ini bukan hanya soal tenda dan api unggun. Di baliknya, ada visi besar untuk mencetak generasi rohani yang kuat, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan teguh menjaga nilai iman di tengah derasnya modernisasi dan degradasi moral.
Mewakili Gubernur Sulut, Kepala Dinas Kebudayaan Jani Niclas Lukas, S.Th menegaskan dukungan penuh Pemprov Sulut terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam merawat spiritualitas, merajut toleransi, dan menjadi motor penggerak kerukunan di Bumi Nyiur Melambai.
“Jadilah pelita yang menyinari, bukan api yang membakar. Dunia menunggu kontribusi positif kalian. Bangun Sulawesi Utara bukan dengan kebisingan, tapi dengan keteladanan dan integritas,” pesan Lukas penuh makna.
Ia juga menekankan, pemuda gereja adalah mitra strategis dalam berbagai aspek pelestarian lingkungan, pendidikan antikorupsi, dan penguatan nilai toleransi. Semua dalam semangat Torang Samua Basudara.
Sementara itu, Ketua Panitia Pdt. Novry Poluan, S.Th mengungkapkan harapan agar perkemahan yang berlangsung lima hari ini menjadi ruang pembentukan karakter bagi pemuda GGP.
“Kami tidak hanya ingin mereka pulang dengan pengalaman, tapi dengan perubahan. Dari dalam hati, dari cara berpikir, dari cara hidup. Inilah makna dari tema kita: Diubah Untuk Mengubah,” ujar Poluan.
Ibadah pembukaan diwarnai atmosfer penuh sukacita dan semangat rohani. Hadir pula para tokoh penting dari Majelis GGP Daerah Sulut, Ketua Pemuda GGP Pusat dan Daerah, serta para gembala, juga pejabat pemerintah seperti Kadis Kominfo Tomohon Novi Politon, SE, MS, dan Camat Tomohon Timur Denny Mangundap, SH. (len)













