EKSPOSTIMES.COM- Kodam XIV Hasanuddin sukses membongkar jaringan penipuan online terorganisir bernama Passobis, yang selama ini menyasar korban dari berbagai kalangan, termasuk keluarga besar TNI. Sebanyak 40 pelaku dengan peran beragam diamankan dalam operasi gabungan intelijen yang dilakukan secara senyap namun efektif.
Dalam konferensi pers di Makodam, Komandan Korem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, membeberkan fakta mencengangkan. Para pelaku berusia antara 15 hingga 45 tahun ini menjalankan skema penipuan digital dengan tingkat keterorganisasian tinggi.
Dari operator akun, pengendali komunikasi, hingga kreator skenario penipuan, semuanya berjalan sistematis.
“Mereka mencatut nama pejabat, termasuk nama-nama perwira TNI, untuk menipu korban. Tindakan ini sangat mencoreng institusi dan merugikan masyarakat luas,” tegas Brigjen Andre.
Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto, mengungkapkan bahwa sindikat Passobis menjalankan modus penipuan dengan menyamar sebagai pejabat atau instansi resmi. Mereka menyebar janji bantuan sosial, promosi jabatan, hingga fasilitas palsu kepada targetnya melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
“Dalam sebulan, sindikat ini bisa mengeruk antara Rp70 juta hingga Rp150 juta dari hasil tipu daya. Mayoritas korban adalah istri prajurit dan warga sipil yang percaya pada nama besar yang digunakan pelaku,” ujar Kolonel Gatot.
Penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Kodam dan intelijen membuahkan hasil signifikan. Disita 144 unit handphone, 8 laptop, 4 bilah senjata tajam, serta 10 kartu perdana dari berbagai operator seluler, semua diduga digunakan dalam menjalankan aksi kejahatan siber.
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa Passobis adalah jaringan penipuan online lintas wilayah, bukan sekadar kelompok kecil oportunis.
Baca Juga: Kodam VI/Mulawarman Periksa 20 Prajurit TNI Terkait Penyerangan Polres Tarakan
Kodam XIV Hasanuddin menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam pengungkapan ini bukan hanya karena nama TNI dicatut, tetapi sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan digital nasional.
“Penipuan online adalah musuh bersama. Kami bersinergi dengan kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan ini,” tegas Kolonel Gatot.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan kritis terhadap segala bentuk informasi daring yang mengatasnamakan pejabat atau institusi resmi. “Jangan pernah transfer uang tanpa verifikasi, dan laporkan segera bila mencurigakan,” imbuhnya. (tim)









