EKSPOSTIMES.COM- Serangkaian peristiwa tawuran antarkampung (tarkam) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado kian meresahkan publik. Situasi keamanan memburuk setelah seorang anggota Brimob Polda Sulut menjadi korban panah wayer saat melakukan pengamanan di lapangan.
Insiden tersebut mempertegas eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara. Aparat kepolisian pun meningkatkan kewaspadaan menyusul ancaman terhadap keselamatan personel dan warga sipil.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Umum Laskar Narapidana Mandiri (NAPIRI), Alfa Christian Kaliey, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga Manado tetap aman. Mari torang baku bantu, torang dukung aparat keamanan untuk memulihkan situasi dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi miring dari oknum-oknum yang tidak cinta damai,” ujar Kaliey, Jumat (13/2/2026).
Ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar menghentikan praktik kekerasan jalanan yang berujung pada keresahan sosial dan trauma bagi masyarakat. Menurut dia, dampak tarkam tidak hanya mengancam pelaku, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Hentikan perkelahian. Hidup damai jauh lebih asik daripada harus berurusan dengan hukum dan berakhir di penjara,” kata Kaliey.
Sementara itu, Polda Sulut menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap setiap bentuk serangan kepada aparat penegak hukum. Penindakan tegas disebut akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menyatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius kepolisian karena membahayakan keselamatan aparat dan masyarakat luas.
“Setiap tindakan yang mengancam keselamatan aparat maupun warga akan kami tindak tegas. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terukur,” ujarnya sembari mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kamtibmas serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada aparat terdekat. (jenglen)













