Berita UtamaPeristiwa

Kontraktor Diduga Pasang Pasir Abal-abal, Proyek Trek Pacuan Kuda Tompaso Rp2,85 Miliar Dibongkar

×

Kontraktor Diduga Pasang Pasir Abal-abal, Proyek Trek Pacuan Kuda Tompaso Rp2,85 Miliar Dibongkar

Sebarkan artikel ini
ALAT berat sedang mengeruk pasir lama di lintasan pacuan kuda Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara. Pembongkaran dilakukan setelah material yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi dan berkualitas rendah.

EKSPOSTIMES.COM- Proyek pembangunan lintasan pacuan kuda Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara, yang menelan anggaran lebih dari Rp2,85 miliar, mendadak dibongkar. Penyebabnya, kontraktor pelaksana PT Berkat Resolvin Touliangoki diduga kuat menggunakan material pasir kualitas rendah alias murahan.

Pembongkaran paksa dilakukan pada Jumat (19/9) setelah unggahan akun resmi Pacuan Kuda Tompaso membeberkan bukti material yang terpasang tidak sesuai spesifikasi. Foto-foto yang beredar jelas memperlihatkan alat berat mengeruk pasir lama bercampur batu untuk diganti dengan yang baru.

Baca juga: Proyek Miliaran Trek Pacuan Kuda Tompaso Diduga Gunakan Pasir Murahan, Keselamatan Joki dan Kuda Dipertaruhkan

Fakta ini sontak memantik amarah publik. Alih-alih menjadi ikon olahraga bergengsi, proyek dengan trek sepanjang 1.600 meter dan lebar 18 meter itu kini justru menjadi simbol dugaan bobroknya pengawasan proyek pemerintah.

“Saat ini pasir sementara dikeluarkan oleh alat, dan diganti dengan material pasir yang baru,” tulis admin akun tersebut.

Kalimat itu justru dianggap publik sebagai pengakuan telak bahwa proyek dikerjakan asal-asalan.

Tak hanya kontraktor yang terseret, Wowongtehu Indah selaku konsultan perencana serta PT Civilarch Engineering sebagai konsultan pengawas ikut dipertanyakan. Publik menuding, bila pengawasan benar-benar ketat, mustahil pasir rendahan bisa lolos terpasang di proyek sebesar ini.

Reaksi warganet pun membara. Seorang netizen bernama Freddy menegaskan, “Demi keselamatan joki dan kuda, harus diawasi ketat sesuai spesifikasi.”

Sementara komentar lain lebih pedas lagi.

“Inilah alasan Indonesia sulit maju, karena orang tahu ada yang salah, tapi memilih diam,”sebut akun Theo.

Kasus ini kini menimbulkan dua ancaman sekaligus, yakni potensi penyelewengan anggaran miliaran rupiah, dan bahaya nyata terhadap keselamatan joki serta kuda pacu.

Masyarakat mendesak Pemprov Sulut tidak tinggal diam. Jika pembiaran terus terjadi, proyek ini bukan hanya kuburan uang rakyat, tetapi juga kuburan reputasi Sulawesi Utara di mata nasional. (tommy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d