EKSPOSTIMES.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan Emas Antam Logam Mulia kembali anjlok pada perdagangan Senin (18/8/2025). Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp1.894.000 per batang, turun Rp2.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Harga hari ini tercatat sebagai yang terendah sejak 30 Juni 2025, ketika emas berada di level Rp1.880.000 per gram. Dengan pelemahan beruntun selama tiga hari terakhir, harga emas Antam sudah turun total Rp39.000. Kondisi ini membuat harga emas semakin menjauh dari level psikologis Rp1,9 juta per gram.
Selain harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga terkoreksi. Pada perdagangan pagi ini, buyback berada di posisi Rp1.740.000 per gram, melemah Rp2.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas dunia. Berdasarkan data perdagangan Senin pagi pukul 06.22 WIB, harga emas internasional berada di posisi US$3.332,52 per troy ons, melemah 0,7% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Pembantu Gasak Cincin Emas Majikan, Polisi Tangkap Hanya Hitungan Jam
Sepanjang pekan lalu, harga emas global juga mencatat kinerja negatif. Pada perdagangan Jumat (15/8/2025), emas ditutup di level US$3.334,99 per troy ons, terkoreksi tipis 0,02%. Namun, penurunan tersebut memperpanjang tren negatif dua hari beruntun dengan total koreksi 0,58%.
Secara mingguan, harga emas global ambles 1,87%, menghapus kinerja positif dua pekan sebelumnya. Penutupan pekan lalu menjadi yang terendah sepanjang Agustus 2025.
Analis menilai, pelemahan harga emas global tidak terlepas dari lonjakan inflasi produsen di Amerika Serikat (AS). Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pasar berspekulasi bahwa kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) bisa tetap ketat lebih lama.
Selain itu, sikap wait and see investor menjelang pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat lalu turut memengaruhi pasar. Ketidakpastian geopolitik yang seharusnya menjadi penopang harga emas justru tidak cukup kuat menahan tekanan dari sisi fundamental ekonomi.
Di Indonesia, pelemahan harga emas Antam dipengaruhi langsung oleh fluktuasi harga emas global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat harga emas Antam semakin sulit bertahan di level Rp1,9 juta per gram.
Bagi investor ritel, tren pelemahan ini menjadi sinyal kewaspadaan. Meski harga turun, sebagian pelaku pasar memandang hal ini sebagai peluang akumulasi, terutama bagi mereka yang berorientasi pada investasi jangka panjang.
Harga emas Antam kembali melanjutkan tren negatif dengan menyentuh titik terendah dalam 1,5 bulan terakhir. Penurunan harga emas domestik sejalan dengan pelemahan emas global yang tertekan oleh inflasi produsen AS dan sikap hati-hati investor menghadapi ketidakpastian geopolitik.
Dengan tren tiga hari penurunan beruntun, harga emas Antam kini berada di bawah Rp1,9 juta per gram. Kondisi ini membuat pasar emas menghadapi tekanan berlapis, baik dari faktor eksternal maupun domestik. (*/tim)













