Berita UtamaNasional

Waspada! Covid-19 Mengintai Lewat Bandara, BBKK Soetta Perketat Protokol Penumpang Internasional

×

Waspada! Covid-19 Mengintai Lewat Bandara, BBKK Soetta Perketat Protokol Penumpang Internasional

Sebarkan artikel ini
Petugas Bandara Soekarno-Hatta memeriksa suhu tubuh penumpang internasional sebagai langkah antisipasi Covid-19.
BBKK Soetta Perketat Protokol Penumpang Internasional

EKSPOSTIMES.COM– Kewaspadaan terhadap penyebaran kembali Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mulai memperketat pengawasan dan penerapan protokol kesehatan terhadap penumpang pesawat, khususnya dari rute internasional. Langkah ini diambil sebagai respons atas temuan kasus baru Covid-19 yang kembali muncul di Indonesia sepanjang Mei 2025.

Kepala BBKK Bandara Soetta, Naning Nugrahini, mengungkapkan bahwa pengawasan ketat dilakukan mulai dari negara asal penumpang (country of origin). Salah satu instrumen penting yang digunakan adalah Satu Sehat Healthy Pass (SSHP), yang wajib diisi oleh setiap pelaku perjalanan internasional sebelum mereka menaiki pesawat menuju Indonesia.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Kembali Muncul, Menkes Lapor Presiden: Masih Terkendali

“Yang kami lakukan ke pihak maskapai, agar pelaku perjalanan di negara asal mengisi SSHP sesaat sebelum terbang. Ini penting, agar kami mengetahui apakah ada penumpang yang bergejala dan bisa memperkirakan risiko penyebaran dalam penerbangan tersebut,” tegas Naning dalam keterangannya, Rabu (4/6).

Langkah lanjutan dari BBKK adalah mengintensifkan keberadaan pos kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta. Pos ini akan menjadi garda depan dalam mendeteksi penumpang yang menunjukkan gejala infeksi.

“Setiap penumpang dengan tanda-tanda atau gejala penyakit infeksi akan langsung menjalani tes swab antigen. Jika hasilnya positif, kami akan keluarkan rekomendasi isolasi mandiri, serta langsung mengirim notifikasi kepada Dinas Kesehatan di daerah tujuan penumpang tersebut,” jelas Naning.

Tak hanya berhenti di situ, hasil tes antigen juga akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut mengenai jenis varian virus yang menjangkiti penumpang bersangkutan. Pemeriksaan epidemiologi akan dilakukan terhadap para penumpang yang duduk berdekatan dengan pasien positif di dalam pesawat.

“Kalau ada yang positif, kami akan telusuri siapa saja yang kontak erat di pesawat. Pesawat yang sama juga akan segera dilakukan desinfeksi,” tambahnya.

Langkah tegas BBKK ini bukan tanpa sebab. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru saja merilis data temuan kasus positif Covid-19 di tanah air sepanjang bulan Mei 2025. Dalam laporan mingguan yang disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, diketahui bahwa terdapat tujuh kasus positif yang terdeteksi pada minggu ke-22, yakni antara 25 hingga 31 Mei.

“Jumlah kasus terlapor pada minggu ke-22 adalah sebanyak 7 kasus,” kata Widyawati.

Tingkat positivity rate pada minggu tersebut tercatat sebesar 2,05 persen artinya dari setiap 100 orang yang diperiksa, dua orang dinyatakan positif. Angka ini masih dalam kategori terkendali, namun cukup menjadi alarm mengingat sempat beberapa minggu sebelumnya Indonesia mencatat nol kasus.

Adapun tingkat positivity rate tertinggi selama tahun 2025 terjadi pada minggu epidemiologi ke-19, dengan angka mencapai 3,62 persen. Wilayah penyumbang kasus terbanyak adalah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur tiga provinsi dengan lalu lintas penerbangan internasional yang tinggi.

Total sepanjang 2025, Kemenkes telah memeriksa 2.160 spesimen. Dari jumlah itu, 72 orang dinyatakan positif. Kabar baiknya, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat penularan baru ini.

Baca Juga: Waspada Lonjakan Covid-19 Asia, Kemenkes Terbitkan SE Baru: Fasyankes dan Masyarakat Diminta Siaga

Meskipun situasi belum mengarah pada kondisi darurat, Naning mengingatkan seluruh masyarakat, terutama pelaku perjalanan internasional, untuk tidak lengah. Kewaspadaan tetap harus dijaga, dan pengisian SSHP dengan jujur adalah langkah awal yang sangat penting.

“Virus ini tidak akan masuk dengan sendirinya. Ia ikut bersama manusia, dalam pesawat, di bandara. Karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk tidak membiarkan kelengahan membuka pintu bagi wabah baru,” tegasnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d