Berita UtamaHukum & Kriminal

Warga Minahasa Jadi Korban! Aplikasi OMC Job Diduga Skema Ponzi Berkedok Lowongan Kerja, ASN di Tomohon Terlibat

×

Warga Minahasa Jadi Korban! Aplikasi OMC Job Diduga Skema Ponzi Berkedok Lowongan Kerja, ASN di Tomohon Terlibat

Sebarkan artikel ini
APLIKASI OMC Job diduga jadi kedok skema Ponzi berkedok lowongan kerja di Minahasa. Kerugian warga membengkak, ASN Tomohon terlibat sebagai admin lokal.

EKSPOSTIMES.COM- Fenomena digital earning kembali makan korban. Kali ini, giliran aplikasi OMC Job yang bikin geger masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa. Aplikasi yang menjanjikan uang tunai dari “tugas online” ini diduga kuat hanyalah topeng dari skema Ponzi modern, yang merampas tabungan warga dengan kedok pekerjaan mudah dan imbalan besar.

Awalnya, OMC Job tampil menggoda: daftar, setor dana, kerjakan tugas, dan dapatkan uang. Tapi kenyataan di lapangan sungguh mencengangkan. Alih-alih cuan, yang datang justru kerugian berjuta-juta rupiah, bahkan beberapa korban mengaku harus berutang ke pinjol demi “naik level” di aplikasi tersebut.

“Awalnya cair, tapi makin besar setorannya, tugas-tugasnya makin aneh dan tiba-tiba hilang. Uangnya juga gak bisa ditarik lagi,” ungkap salah satu korban yang enggan disebutkan namanya, Rabu (9/7).

Di balik sistem “level” dan bonus rekrutmen, tercium kuat bau skema piramida. Makin banyak rekrut anggota baru, makin besar komisi yang didapat, ciri khas penipuan model Ponzi. Bahkan, bukti tangkapan layar yang beredar menunjukkan pengguna dipaksa menyetor ulang dana dengan nominal hingga Rp198 juta untuk “aktivasi akun ulang” yang tak pernah dijanjikan sebelumnya.

Yang bikin publik terhenyak, muncul nama sepasang suami-istri, yakni SR alias Steven dan SS alias Sfetlani, warga Minahasa yang diketahui menjadi admin lokal OMC. Kepada Ekspostimes, Sfetlani mengaku diminta langsung oleh perusahaan untuk mengelola operasional OMC di Minahasa, termasuk menyewa tempat yang dijadikan kantor fisik guna “penyaluran hadiah” seperti motor dan alat elektronik.

“Benar, saya dan suami memang diminta jadi admin. Soal sewa tempat, perusahaan transfer dana bertahap, termasuk Rp20 juta untuk sewa dan Rp10 juta untuk acara makan-makan,” ungkap Sfetlani.

Yang lebih mengejutkan, Steven, sang suami yang juga seorang ASN di salah satu sekolah di Tomohon, terang-terangan mengaku tahu ini berpotensi skema ponzi.

“Kami pernah kena juga di NET INVEST dan GOINS, tapi kami yakin OMC beda. Kami tidak paksa orang ikut,” katanya.

Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh salah satu member yang kecewa.

“Tidak memaksa? Tapi tiap hari bikin story penarikan OMC dan ajak orang DM. Itu namanya ngajak dong,” tegas member.

Kini, aplikasi OMC Job sulit diakses, keluhan warga membanjiri media sosial, dan kerugian terus membengkak. Aparat penegak hukum pun didesak segera turun tangan. Masyarakat berharap kasus ini tak berakhir seperti penipuan digital sebelumnya, yang menguap tanpa penanggung jawab. (farly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d