Nasional

Tangkap 2 Ton Narkoba, Prajurit TNI AL Diganjar Pangkat Kilat! Panglima TNI: Ini Bukti Nyata

×

Tangkap 2 Ton Narkoba, Prajurit TNI AL Diganjar Pangkat Kilat! Panglima TNI: Ini Bukti Nyata

Sebarkan artikel ini
Prajurit TNI AL menerima penghargaan atas keberhasilan gagalkan penyelundupan 2 ton narkoba
Upacara penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada 16 prajurit TNI AL atas prestasi menggagalkan penyelundupan narkoba di perairan Kepulauan Riau.

EKSPOSTIMES.COM– Sebanyak dua ton narkoba digagalkan masuk ke wilayah Indonesia melalui perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Tak hanya menggagalkan penyelundupan, para prajurit TNI AL yang terlibat langsung dalam operasi ini juga langsung menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

“Semua orang berhak mendapatkan penghargaan apabila dia berprestasi. Jadi memang sepatutnya prajurit-prajurit yang berprestasi itu diberikan reward,” ujar Jenderal Agus saat memimpin upacara penghargaan di Geladak Helly KRI Bung Karno-369, Kamis (5/6).

Baca Juga: Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan 14 Orang, TNI dan Polisi Kerahkan Personel Evakuasi dan Penyelidikan

Sebanyak 16 prajurit TNI AL mendapat apresiasi: sembilan menerima KPLB, dan tujuh lainnya diprioritaskan untuk melanjutkan pendidikan militer.

Operasi ini bermula dari informasi intelijen yang diterima TNI AL pada 13 Mei 2025. Keesokan harinya, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun mencurigai aktivitas kapal ikan asing Aungtoetoe 99 berbendera Thailand di Selat Durian.

Kecurigaan tim semakin kuat ketika ditemukan kapal tidak membawa alat tangkap maupun hasil tangkapan laut. Pemeriksaan mendalam pun dilakukan.

Hasilnya? 95 karung mencurigakan ditemukan di lambung kapal: 35 karung kuning dan 60 karung putih.

Hasil uji laboratorium Bea Cukai Kepri mengonfirmasi: karung-karung itu berisi kokain seberat 1.200 kg dan sabu-sabu seberat 705 kg, seluruhnya dikemas rapi dalam kotak teh China berwarna merah dan hijau.

Selain narkotika, lima kru kapal ditangkap: satu warga negara Thailand sebagai kapten kapal, dan empat warga Myanmar. Mereka tak memiliki dokumen resmi apapun.

Barang bukti tambahan termasuk lima unit ponsel dan dokumen identitas palsu yang kini tengah diperiksa lebih lanjut.

Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Fauzi, mengungkap pengungkapan ini merupakan kerja kolaboratif antara TNI AL, Polda Kepri, Bea Cukai, dan BNN.

Baca Juga: Miris! Uang Narkoba Kalahkan Program Sosial Negara, BNN Desak Perkuatan Perang Melawan Narkoba

“Ini bukti keseriusan kami dalam menjaga wilayah Kepri dan NKRI dari ancaman narkotika internasional,” tegasnya.

Penyelidikan masih berlanjut. Pihak TNI belum mengungkap siapa penerima narkotika di wilayah Indonesia, namun indikasi keterlibatan jaringan internasional sangat kuat.

Penghargaan dari Panglima TNI kepada prajurit lapangan menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba bukan slogan kosong. Ini aksi nyata. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d