Hukum & Kriminal

Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan 14 Orang, TNI dan Polisi Kerahkan Personel Evakuasi dan Penyelidikan

×

Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan 14 Orang, TNI dan Polisi Kerahkan Personel Evakuasi dan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban longsor tambang Gunung Kuda oleh tim TNI, polisi, dan relawan di Kabupaten Cirebon.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan tim SAR melakukan proses evakuasi korban longsor di area pertambangan Gunung Kuda, Cirebon. Bencana ini menelan 14 korban jiwa.

EKSPOSTIMES.COM– Tragedi longsor kembali terjadi di area tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan menelan 14 korban jiwa. Tim gabungan dari TNI Angkatan Darat, Kepolisian, dan instansi terkait masih terus melakukan evakuasi dan penyelidikan di lokasi kejadian.

Bencana longsor tersebut terjadi pada Jumat (30/5/2025), di salah satu titik pertambangan galian C Gunung Kuda, yang sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa pada Februari lalu. Kepala Polresta Cirebon, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menyatakan bahwa 14 korban telah berhasil dievakuasi dan teridentifikasi.

Baca Juga: Proyek Miliaran Diduga Bermasalah di Manado! Pipa Tak Tersambung, Rusunawa Terbengkalai, KPK Diminta Bertindak

“Sebanyak 14 orang sudah dievakuasi, teridentifikasi, dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Sumarni kepada awak media.

Sebanyak 13 jenazah korban dibawa ke RSUD Arjawinangun, sementara satu korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Sumber Hurip, Cirebon. Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga pukul 17.50 WIB dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.

Dari unsur TNI, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon bergerak cepat ke lokasi bencana. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa sebanyak 50 personel TNI telah diterjunkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

“TNI AD, dalam hal ini Kodim 0620, langsung bergerak cepat. Sebanyak 50 personel kami turunkan untuk membantu pencarian korban,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Selain membantu proses evakuasi, personel TNI juga membangun posko pengungsian serta memastikan area longsor tidak ditempati oleh masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor susulan di wilayah rawan.

Kodim 0620 juga mengerahkan unit ambulans guna mempercepat penanganan korban yang ditemukan dalam kondisi kritis.

“Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dan situasi di lapangan sudah terkendali,” tambah Wahyu.

Sementara itu, aparat Polresta Cirebon telah memulai penyelidikan terkait penyebab longsor, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesalahan teknis dalam operasional tambang. Sumarni menyebut pihaknya telah memeriksa lima orang, di antaranya pemilik tambang, kepala teknik tambang, dan sejumlah pekerja lapangan.

“Kami juga masih menunggu keterangan dari operator alat berat yang hingga saat ini belum ditemukan,” kata Kapolresta.

Sumarni menegaskan bahwa penyelidikan akan mendalami berbagai faktor teknis dan administratif terkait aktivitas pertambangan di Gunung Kuda. Apalagi, tambang ini sebelumnya telah mencatat riwayat bencana serupa yang sempat diselidiki namun belum berujung pada penindakan hukum.

“Kami masih mendalami apakah ada kesalahan dalam pekerjaan mereka. Semua masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pengelola tambang dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan rakyat maupun swasta di wilayah rawan bencana. Minimnya pengawasan teknis dan lemahnya pengendalian risiko di lapangan diduga menjadi faktor berulangnya peristiwa serupa.

Warga sekitar Gunung Kuda pun mengaku cemas dan trauma karena longsor terjadi kembali hanya berselang tiga bulan dari insiden sebelumnya.

“Kami mohon pemerintah benar-benar mengevaluasi. Jangan sampai ada korban lagi,” kata seorang warga Desa Cipanas yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan serta potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih labil. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d