EKSPOSTIMES.COM – Dalam kehidupan ini, ada masa-masa ketika kita merasa tidak terlihat, tidak dianggap, bahkan dilupakan. Kita berusaha, kita berbuat baik, kita menolong orang lain, tapi ketika kita membutuhkan pertolongan, seolah tidak ada satu pun yang ingat.
Inilah yang dialami Yusuf di dalam penjara. Ia telah menunjukkan perhatian kepada kepala juru minuman Firaun, menafsirkan mimpinya dengan tepat, bahkan memberinya harapan. Namun setelah bebas, juru minuman itu melanjutkan hidupnya, dan Yusuf tertinggal dilupakan.
Kejadian 40:23 memberikan gambaran nyata tentang kondisi batin seseorang yang diabaikan setelah berbuat baik. Tidak ada balas jasa, tidak ada rasa terima kasih, hanya diam dan kesepian. Sebuah pengkhianatan yang tidak keras secara fisik, tetapi tajam secara emosional.
Ayat ini singkat, tetapi sarat makna: “Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.” Dua kata terakhir itu melainkan dilupakannya menyimpan beban berat yang barangkali pernah kita rasakan juga.
Baca Juga: Renungan: Tuhan yang Menyertai dalam Lembah Kehidupan, Kejadian 39:1-4
Namun di balik kekecewaan Yusuf, ada rencana besar yang sedang Tuhan kerjakan. Yusuf memang dilupakan oleh manusia, tapi ia tidak pernah dilupakan oleh Tuhan. Inilah hal terpenting yang harus kita camkan dalam hati. Penundaan yang dialami Yusuf bukan tanpa makna. Ketika kepala juru minuman lupa, Yusuf mungkin merasa harapannya pupus. Tapi Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan sedang mempersiapkan waktu-Nya yang sempurna.
Kita perlu memahami bahwa waktu Tuhan tidak selalu sejajar dengan ekspektasi manusia. Yusuf mungkin berpikir bahwa sesaat setelah juru minuman dibebaskan, ia akan segera dibantu keluar dari penjara.
Namun Tuhan tidak mengizinkan itu terjadi. Sebaliknya, Yusuf harus menunggu dua tahun lagi. Bukan karena Tuhan tidak peduli, tetapi karena rencana Tuhan jauh lebih besar dari sekadar membebaskan YusufTuhan hendak mengangkatnya menjadi penguasa di Mesir.
Jika Yusuf dibebaskan lebih awal, mungkin ia hanya akan menjadi rakyat bebas biasa, tidak lebih. Tapi karena ia menunggu dalam ketekunan, dalam kesetiaan, dan dalam iman, maka saat pintu terbuka, ia langsung dipanggil ke hadapan Firaun dan diberikan otoritas yang luar biasa.
Baca Juga: Renungan: Makna Sejati Paskah.Perjanjian Baru antara Allah dan Manusia, I Korintus 15:3
Ini menunjukkan bahwa masa dilupakan itu bukan sia-sia. Itu adalah bagian dari proses pembentukan dan penempatan yang strategis oleh Tuhan.
Dalam masa “dilupakan”, karakter Yusuf dibentuk. Ia tidak membalas kekecewaannya dengan kemarahan atau sikap sinis. Ia tidak menyerah dalam keputusasaan. Ia tetap menjalankan tanggung jawabnya, tetap menjaga integritas, tetap melayani orang-orang di sekitarnya.
Ini adalah contoh teladan yang kuat bagi kita ketika kita berada dalam posisi yang serupa ketika kebaikan kita tidak dibalas, ketika jasa kita tidak diingat, ketika kita merasa sendiri di dalam “penjara” kehidupan.
Baca Juga: Renungan: Jalan Tuhan yang Tak Terselami Tapi Sempurna, Kejadian 37:12-36
Bacaan Firman kita hari ini, mengajarkan bahwa tidak semua orang yang kita tolong akan mengingat kita, dan itu tidak apa-apa.
Kita tidak menabur kebaikan untuk dilihat atau dibalas manusia. Kita melakukannya karena itu benar. Yusuf tidak tahu bahwa perbuatannya kelak akan membuka pintu istana, tapi ia tetap melakukan yang baik.
Saat ini, mungkin kita sedang berada dalam situasi di mana orang-orang melupakan jasa kita. Mungkin kita sedang merasa bahwa semua usaha kita tidak dihargai.
Tapi renungan ini mengingatkan kita sekalipun manusia melupakan, Tuhan mengingat. Bahkan hal-hal terkecil yang kita lakukan tidak akan luput dari perhatian-Nya. Setiap air mata, setiap kerja keras, setiap kebaikan yang kita tanam, akan Tuhan perhitungkan dan balas dengan cara-Nya.
Baca Juga,: Renungan: Berdamai dengan Masa Lalu, Kejadian 32:1-21
Penundaan bukan berarti penolakan. Masa menunggu bukan masa sia-sia. Itu bisa jadi adalah masa penempaan dan penyiapan. Ketika waktu Tuhan tiba, kita tidak hanya akan dibebaskan dari penjara, tetapi mungkin diangkat ke posisi yang jauh lebih tinggi dari yang pernah kita bayangkan.
Jadi, teruslah setia di tempat kita berada sekarang. Teruslah berbuat baik meski tak terlihat. Jangan kecewa ketika dilupakan manusia, karena Tuhan sedang menyiapkan waktu di mana Ia sendiri akan mengingat kita, mengangkat kita, dan memulihkan segala sesuatu sesuai rencana-Nya.
(*/rizky)













