EKSPOSTIMES.COM- Konflik internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara semakin memanas. Aroma kudeta tercium ketika Voucke dan Merson, dua sosok yang sudah dicopot dari jabatannya, nekat mengambil keputusan yang dinilai melangkahi aturan organisasi.
Adrianus menjadi korban manuver mereka. Dipecat secara sepihak. Namun, Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, tak tinggal diam. Dengan tegas, ia membantah keabsahan pemecatan tersebut.
“Saya tidak buta hukum. Justru karena saya paham aturan, saya mendukung kepemimpinan PWI yang sah, yakni Zulmansyah Sekedang,” ujar Adrianus, menegaskan posisinya dalam pusaran konflik ini, Selasa (4/3/2025).
Zulmansyah sendiri tak ragu menyebut tindakan Voucke dan Merson sebagai pelanggaran konstitusi organisasi.
“Voucke dan Merson sudah dicopot. Bagaimana mungkin mereka masih bisa memberhentikan pengurus? Ini pelanggaran PD/PRT PWI,” sergahnya.
Tak hanya mengecam, PWI Pusat juga telah mengambil langkah tegas: menunjuk Vanny Loupatty dan Ardison Kalumata sebagai Pelaksana Tugas. Instruksinya jelas, anggota PWI Sulut jangan tunduk pada kepemimpinan ilegal.
“Mereka tidak lagi memiliki kewenangan di PWI. Semua tindakan mereka atas nama PWI adalah ilegal. Mohon hormati keputusan ini,” tutup Zulmansyah.
Kisruh ini menjadi tamparan keras bagi PWI Sulut. Konflik kepemimpinan yang seharusnya bisa diselesaikan secara elegan, justru berubah menjadi drama perebutan kekuasaan yang mencoreng kredibilitas organisasi. (*/Tim)










