EKSPOSTIMES.COM- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan nasional melalui Operasi Pemberantasan Premanisme yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Tanah Air. Operasi ini bukan sekadar simbolik, tapi benar-benar menyasar jantung persoalan yang mengancam stabilitas sosial dan iklim investasi di Indonesia.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025, operasi dimulai sejak 1 Mei 2025 dan melibatkan pendekatan menyeluruh mulai dari intelijen, tindakan preventif hingga penegakan hukum langsung.
Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat merespons perintah Kapolri dengan aksi nyata di lapangan.
“Premanisme tidak boleh diberi ruang. Segala bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum, mengancam pelaku usaha, dan merusak kenyamanan masyarakat akan kami tindak tegas,” ujar Kapolres kepada EksposTimes, Senin (19/5).
Hasilnya, dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu, Polres Tomohon berhasil menangkap 16 pelaku premanisme. Beberapa di antaranya bahkan terlibat dalam kasus pembunuhan yang berhasil diungkap oleh Tim Resmob di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Stefi Sumolang hanya dalam waktu 72 jam.
Operasi ini mengungkap fakta mencengangkan: premanisme di era modern tak lagi sebatas aksi pemalakan. Para pelaku yang ditangkap di Tomohon terlibat dalam berbagai tindak kriminal serius, antara lain kepemilikan dan penyalahgunaan senjata tajam, mabuk dan membuat onar di tempat umum, penganiayaan terhadap warga, penjualan obat keras tanpa izin resmi, distribusi minuman keras ilegal, serta aksi pembunuhan.
“Ini bukan hanya soal preman pasar. Ini soal ancaman nyata terhadap keamanan warga dan kepercayaan pelaku usaha. Kita harus bersihkan Tomohon dari semua bentuk teror jalanan,” tegas AKBP Nur Kholis.
Langkah Polri, termasuk yang dilakukan oleh jajaran Polres Tomohon, dianggap sebagai strategi penting untuk menciptakan iklim investasi dan usaha yang sehat. Keamanan dan kepastian hukum adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi, apalagi di kota seperti Tomohon yang dikenal sebagai destinasi wisata dan pusat pertumbuhan UMKM.
“Jika keamanan terjamin, maka pelaku usaha akan datang. Investor akan percaya. Ekonomi rakyat akan tumbuh,” tambah Kapolres.
Kapolres juga memastikan bahwa operasi ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara intensif, dan masyarakat diimbau untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik premanisme di sekitar mereka.
“Kami hadir untuk rakyat. Preman yang coba-coba meresahkan, siap-siap berhadapan dengan hukum,” tutup AKBP Nur Kholis dengan tegas. (riz)













