EKSPOSTIMES.COM- Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut), Vanny Loupatty, mengeluarkan peringatan keras kepada Voucke Lontaan dan Merson Simbolon. Ia menegaskan, keduanya tidak lagi berhak menggunakan atribut PWI dalam bentuk apa pun setelah resmi dicopot dari jabatannya.
Loupatty tidak main-main. Jika masih ada temuan pelanggaran, ia siap menempuh jalur hukum.
“Voucke dan Merson sudah diberhentikan sebagai Ketua dan Sekretaris PWI Sulut. Saya tegaskan, jangan ada lagi penggunaan atribut organisasi! Jika tetap dilakukan, konsekuensinya akan berat,” tegas Loupatty sembari menunjukkan Surat Keputusan (SK) pemecatan mereka.
Baca Juga: Voucke Lontaan Dicopot! PWI Sulut Tegas: Stop Provokasi dan Hormati Keputusan Organisasi
Keputusan ini bukan tanpa dasar. SK PWI Pusat Nomor: 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025, yang diterbitkan pada 24 Februari 2025, menyatakan bahwa Voucke dan Merson tidak lagi memiliki kewenangan dalam organisasi. Dengan demikian, segala tindakan yang mengatasnamakan PWI Sulut dianggap ilegal.
Tak hanya soal atribut, Loupatty juga menegaskan bahwa keduanya dilarang menjalin kerja sama dengan pihak mana pun atas nama PWI Sulut.
“Jangan coba-coba membawa nama PWI Sulut dalam kerja sama dengan pihak luar, baik pemerintah maupun swasta. Kalau ada temuan, hukum harus ditegakkan!” ujarnya geram.
Di sisi lain, keputusan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk para anggota PWI Sulut yang menginginkan organisasi tetap berjalan sesuai aturan. Beberapa tokoh pers menilai tindakan tegas ini sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kredibilitas PWI Sulut.
Sementara itu, Voucke Lontaan dan Merson Simbolon belum memberikan tanggapan resmi terkait pencopotan mereka. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa keduanya masih mencoba mengajukan keberatan atas keputusan ini.
Meski demikian, PWI Sulut di bawah kepemimpinan baru Vanny Loupatty sebagai Plt Ketua dan Ardison Kalumata sebagai Sekretaris, bertekad menjaga marwah organisasi dan memastikan PWI tetap menjalankan fungsinya sebagai wadah profesionalisme jurnalistik di Sulut.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan PWI Sulut dapat semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugasnya di dunia jurnalistik. Segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik organisasi akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. (Tim)













