EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang durasi penyaluran bantuan beras dari sebelumnya dua bulan menjadi enam bulan. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (6/1/2025).
“Bantuan pangan yang awalnya hanya diberikan pada Januari dan Februari kini diperpanjang menjadi enam bulan,” ujar Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas.
Meski demikian, penyaluran bantuan tambahan ini tidak akan langsung dimulai pada Maret. Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah akan menunggu musim panen selesai untuk menghindari potensi gangguan pada harga beras di pasaran.
“Kami tidak ingin pembagian beras saat panen berlangsung karena bisa memengaruhi harga. Kami akan rapat lagi untuk menentukan kapan bantuan akan disalurkan, kemungkinan besar saat musim paceklik,” jelasnya.
Zulhas menegaskan bahwa jumlah penerima bantuan pangan akan tetap sama seperti pada Januari dan Februari, yakni sebanyak 16 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pangan telah dikurangi dari 22 juta menjadi 16 juta KPM. Hal ini disebabkan adanya program bantuan pemerintah lainnya, seperti program Makan Bergizi Gratis.
“Sebagian penerima bantuan sudah ter-cover oleh program lain, jadi jumlah KPM untuk bantuan beras ini disesuaikan,” ujar Arief di Kompleks DPR/MPR, Jakarta.
Dengan perpanjangan ini, pemerintah berharap dapat memberikan dukungan lebih panjang bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit akibat gejolak harga pangan. (cnn/yoel)













