Peristiwa

Korban Gempa Myanmar Tembus 3.471 Jiwa, Dunia Internasional Diminta Bergerak Cepat

×

Korban Gempa Myanmar Tembus 3.471 Jiwa, Dunia Internasional Diminta Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Tim penyelamat bekerja di tengah puing bangunan pasca gempa besar di Myanmar, saat jumlah korban terus bertambah.
Evakuasi dramatis pasca gempa 7,7 SR di Myanmar

EKSPOSTIMES.COM- Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar terus meningkat tajam, kini mencapai 3.471 orang, seiring dengan masih berlanjutnya operasi penyelamatan yang dramatis di tengah reruntuhan bangunan.

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang pada 28 Maret 2025 telah memicu salah satu krisis kemanusiaan paling memilukan di Asia Tenggara tahun ini.

Hingga Sabtu (5/4) malam, data resmi juga mencatat 4.671 orang terluka dan 214 lainnya masih hilang. Sementara itu, lebih dari 650 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup dari puing-puing, di antaranya anak-anak dan lansia yang terjebak berhari-hari tanpa makanan maupun air bersih.

Tim SAR lokal, relawan internasional, dan aparat militer bekerja siang dan malam tanpa henti, menembus puing bangunan, tanah longsor, dan medan yang sulit demi menemukan penyintas atau jenazah.’

Tom Fletcher, pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan kemanusiaan, menyampaikan kesaksiannya usai meninjau langsung para penyintas di Mandalay, kota besar yang paling dekat dengan pusat gempa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lepas Pasukan Misi Kemanusiaan ke Myanmar, BNPB Kirim 80 Ton Bantuan

“Yang saya lihat sungguh mencengangkan. Ini adalah tragedi kemanusiaan berskala besar. Dunia harus bersatu dan bertindak cepat untuk membantu rakyat Myanmar,” tegas Fletcher dalam pernyataan resminya.

Kondisi di lapangan kian memburuk. Ribuan penyintas kini hidup tanpa tempat berteduh, terpaksa tidur di bawah langit terbuka di samping reruntuhan rumah mereka, dengan jenazah orang-orang tercinta yang masih belum sempat dievakuasi.

Curah hujan tak menentu dan suhu panas ekstrem memunculkan kekhawatiran akan munculnya wabah penyakit, termasuk kolera dan infeksi saluran pernapasan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa bencana ini dapat berubah menjadi krisis kesehatan dalam hitungan hari jika tidak segera ditangani secara masif.

“Ada ketakutan nyata akan gempa susulan. Trauma mendalam dirasakan oleh para penyintas, terutama anak-anak,” tulis Fletcher dalam unggahan di akun X (dulu Twitter).

Guncangan gempa merusak sedikitnya 60 tanggul dan 11 jembatan kereta api di sepanjang jalur utama Yangon – Mandalay. Rel kereta yang melengkung dan terminal yang runtuh menyebabkan lumpuhnya transportasi selama berhari-hari.

Namun, Bandara Internasional Mandalay dan jalur kereta api utama telah dibuka kembali setelah upaya perbaikan darurat.

Tak hanya Myanmar, negara tetangga Thailand juga merasakan dampak serius. Otoritas Thailand mengonfirmasi bahwa gempa tersebut menyebabkan 24 kematian dan 77 orang masih hilang di wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

Krisis kemanusiaan akibat gempa Myanmar 2025 kini menjadi sorotan global. Dunia internasional didesak untuk segera mengirimkan bantuan logistik, medis, dan tenaga ahli penyelamat agar skala tragedi tidak semakin memburuk.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan ribuan lainnya masih membutuhkan pertolongan, Myanmar kini berdiri di tengah puing dan duka, menanti tangan dunia untuk membantu mereka bangkit kembali. (ana/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *