EKSPOSTIMES.COM- Sebuah aksi kriminal berani yang menyasar fasilitas keuangan vital berhasil digagalkan dengan cepat. Pembobolan ATM BNI di Tomohon yang sempat mengejutkan warga, kini mulai terkuak. Dua pelaku utama dibekuk tim Reskrim Polres Tomohon hanya dalam waktu dua hari setelah laporan pertama masuk.
Aksi tersebut terjadi di sebuah mesin ATM BNI yang berlokasi di Kelurahan Kakaskasen Satu, Kecamatan Tomohon Utara. Komplotan pelaku diduga telah merancang pembobolan secara cermat dan profesional, dengan menggunakan alat las dan tabung oksigen untuk membongkar brankas mesin.
Meski hanya berhasil membawa kabur uang reject sebesar Rp1 juta, kerugian akibat kerusakan parah pada unit mesin ATM ditaksir mencapai Rp250 juta. Laporan kejadian tersebut masuk ke kepolisian pada 1 April 2025, melalui Wakil Pimpinan Cabang BNI Tomohon, C.C.S (52), yang mendapat laporan dari stafnya tentang kondisi mesin yang rusak berat.
Baca Juga: Buronan Kasus Penganiayaan Brutal di Bitung Diburu, Polisi Percepat Pengejaran
Di lokasi, ditemukan bukti kuat berupa dua tabung oksigen, alat las, serta brankas yang terbuka paksa, semua mengindikasikan bahwa pelaku memahami betul sistem fisik mesin ATM.
Berkat kerja cepat dan penyelidikan intensif dari Tim Buser Satreskrim Polres Tomohon, identitas dua pelaku terungkap. Keduanya berinisial AG (35), seorang sopir asal Bitung, dan SL (25), pengangguran dari Aertembaga, Bitung.
Keduanya ditangkap tanpa perlawanan di sebuah gerai Alfamart di Desa Maumbi, Minahasa Utara pada Kamis, 3 April 2025, saat tengah dalam perjalanan menuju Manado. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Stefi Sumolang, S.H., M.H., dengan pengawasan langsung dari Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, S.I.K.
Tak berhenti di situ, polisi melakukan pengembangan kasus hingga ke kos-kosan A.G di Perum Bimoli, Wangurer, serta rumah SL di Kelurahan Girian Atas. Di kedua lokasi tersebut, ditemukan barang bukti penting, mulai dari pakaian pelaku hingga alat-alat yang digunakan dalam aksi pembobolan.
Saat hendak dilakukan penggeledahan, kedua pelaku mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan. Namun, aparat langsung memberikan tindakan tegas dan terukur, melumpuhkan mereka di tempat.
Barang bukti yang diamankan meliputi tabung oksigen, alat las, perangkat elektronik, serta pakaian yang digunakan saat pembobolan.
Menurut Iptu Stefi Sumolang, modus dan peralatan yang digunakan menunjukkan bahwa kedua pelaku bukan kriminal sembarangan. Ada kemungkinan mereka bagian dari jaringan pembobol ATM yang lebih besar, dengan keahlian teknis dalam meretas sistem perbankan fisik.
“Kami duga ada pelaku lain di balik layar. Investigasi masih terus berjalan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegas Sumolang.
Keberhasilan pengungkapan pembobolan ATM BNI Tomohon ini mendapat respons positif dari masyarakat. Publik mengapresiasi kecepatan dan presisi kerja polisi, sekaligus menyoroti pentingnya peningkatan sistem keamanan ATM, terutama di area yang jauh dari pusat kota.
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Tomohon dan tengah menjalani proses hukum. Kepolisian membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan, seiring dengan analisis lanjutan terhadap alat bukti digital yang ditemukan. (riz)












