EKSPOSTIMES.COM- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melepas keberangkatan pasukan misi kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (3/4).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (1/4).
Suharyanto menegaskan bahwa pengiriman kali ini merupakan bagian dari rangkaian bantuan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Senin (31/3), sebanyak 12 ton logistik serta personel TNI telah diberangkatkan, disusul personel BNPB pada hari ini.
Pada 3 April, pemerintah akan mengirim dua pesawat dengan misi besar. Pesawat pertama akan membawa delegasi pemerintah, personel TNI, dan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan.
Sementara pesawat kedua adalah pesawat kargo yang mengangkut sekitar 80 ton logistik penting untuk para korban.
“Satu pesawat kargo dengan isinya barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana. Total beratnya sekitar 80 ton,” ungkap Suharyanto.
Baca Juga: Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan dan Pasukan Kemanusiaan ke Myanmar, TNI Siap Bantu Korban Gempa
BNPB juga telah menerjunkan 53 personel yang terdiri dari tim gabungan Basarnas dan Baznas guna membantu proses evakuasi di Myanmar. Basarnas bertugas melakukan pencarian dan penyelamatan korban, sementara Baznas mendukung proses evakuasi.
“Basarnas fokus mencari korban, melakukan pencarian dan pertolongan. Syukur-syukur masih ada yang bisa diselamatkan. Jika tidak, mereka tetap akan mengevakuasi jenazah dengan baik,” kata Suharyanto.
Tim kemanusiaan ini direncanakan bertugas selama satu minggu, namun berdasarkan pengalaman dari operasi bencana sebelumnya, Suharyanto memperkirakan misi ini bisa berlangsung hingga satu bulan.
“Saya menyarankan kepada pemerintah agar misi ini dilakukan selama sebulan. Berdasarkan pengalaman di berbagai lokasi bencana, waktu tersebut diperlukan untuk memastikan semua proses berjalan optimal,” ujarnya.
Meski demikian, BNPB memastikan bahwa timnya siap untuk bertugas lebih lama jika dibutuhkan. Misi kemanusiaan ini akan terus berjalan hingga pemerintah setempat menyatakan pencarian korban resmi dihentikan.
Dengan pengiriman bantuan ini, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu negara sahabat menghadapi bencana alam dan dampaknya. (tim)












