EKSPOSTIMES.COM- Komando Distrik Militer (Kodim) 0212/Tapanuli Selatan bersama tim aparat gabungan berhasil mengungkap dan memusnahkan ladang ganja seluas tiga hektare di kawasan perbukitan Tor Sihite, Desa Rao Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.
Operasi pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo. Berdasarkan siaran pers resmi Humas Kodam I/Bukit Barisan yang diterima di Medan pada Rabu (30/7), lokasi ladang ganja berada di ketinggian sekitar 950 meter di atas permukaan laut dan ditanami sekitar 30.000 batang ganja yang diperkirakan berusia tiga hingga lima bulan.
Baca Juga: Tangkap 2 Ton Narkoba, Prajurit TNI AL Diganjar Pangkat Kilat! Panglima TNI: Ini Bukti Nyata
“Seluruh tanaman ganja yang ditemukan langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dicabut dan dibakar,” ungkap Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Selain dimusnahkan di lokasi, sebanyak 320 batang ganja disita sebagai barang bukti dan diserahkan ke staf intelijen Kodim 0212/TS guna keperluan proses penyelidikan lebih lanjut.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri atas 44 personel, mencakup anggota TNI dari Kodim 0212/TS, Kepolisian Resor Mandailing Natal, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal.
Kolonel Asrul menyatakan bahwa temuan ini merupakan bukti nyata komitmen Kodam I/Bukit Barisan dalam memerangi kejahatan narkotika. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor akan terus diperkuat untuk menutup ruang gerak para pelaku kejahatan narkoba, khususnya di wilayah rawan seperti Mandailing Natal.
Baca Juga: Ladang Ganja di TNBTS Dibabat Habis, DPR Desak Investigasi Tuntas
“Segala bentuk aktivitas ilegal yang mengancam masa depan generasi bangsa akan kami tindak tegas. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi seluruh elemen dalam memberantas narkoba dari hulu,” tegasnya.
Wilayah Mandailing Natal selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang rawan dijadikan lokasi penanaman ganja karena kondisi geografis yang sulit dijangkau. TNI dan aparat gabungan berkomitmen meningkatkan patroli terpadu untuk mencegah kasus serupa terulang. (*/tim)







