Hukum & Kriminal

Keluarga Korban Serangan Parang di Eks PT Sampe Wali Melapor ke Polres Bombana, Desak Pelaku Ditangkap

×

Keluarga Korban Serangan Parang di Eks PT Sampe Wali Melapor ke Polres Bombana, Desak Pelaku Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Keluarga korban serangan parang di eks PT Sampe Wali resmi lapor ke Polres Bombana

EKSPOSTIMES.COM– Suasana duka bercampur amarah menyelimuti keluarga besar Maudi (40), korban penganiayaan brutal yang terjadi di lokasi eks PT. Sampe Wali, Kamis (11/9/2025). Dengan langkah pasti namun penuh beban, keluarga korban akhirnya resmi melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resort (Polres) Bombana pada Jumat (12/9/2025).

Insiden yang menimpa Maudi bukanlah peristiwa kecil. Menurut keterangan kuasa hukum keluarga korban, Sukdar, S.H., M.H., tragedi itu bermula saat rombongan sekitar 49 orang, termasuk Maudi, menuju lahan eks. PT. Sampe Wali dengan tujuan bekerja. Tidak ada firasat buruk. Namun, ketenangan pagi itu berubah menjadi horor ketika rombongan diadang oleh tiga terduga pelaku, masing-masing berinisial SN, A, dan S.

“Tanpa basa-basi, terduga pelaku langsung menyerang korban dengan parang. Tiga orang, yakni K, R, dan I, menjadi sasaran amukan. Mereka terluka parah dan harus segera dilarikan ke Puskesmas Watubangga untuk mendapat perawatan,” ungkap Sukdar dengan nada tegas, menahan emosi.

Baca Juga: Tragedi DPRD Makassar: Gedung Terbakar, Tiga Orang Tewas, Malam Kota Jadi Mencekam

Kabar pengeroyokan ini sontak menyebar cepat di tengah masyarakat. Namun, isu-isu liar pun bermunculan, mengaitkan peristiwa ini dengan latar belakang suku, agama, atau ormas tertentu. Kuasa hukum buru-buru menepis tudingan itu.

“Faktanya, pihak korban datang ke lokasi hanya untuk bekerja. Mereka tidak membawa atribut ormas, kelompok, atau tujuan lain selain mencari nafkah. Jadi tidak ada kaitannya dengan isu SARA,” tegas Sukdar, sembari meminta masyarakat berhati-hati menyebarkan kabar yang tak berdasar.

Bagi keluarga, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam. Anak-anak korban disebut menangis histeris saat mendengar kabar ayah mereka dipukul dan ditebas parang. Istri korban bahkan pingsan ketika menyaksikan kondisi suaminya yang berlumuran darah di puskesmas. Suasana rumah duka di Bombana dipenuhi tangis, doa, dan harapan agar keadilan segera ditegakkan.

“Ini bukan hanya penganiayaan, tapi sudah merenggut ketenangan keluarga. Kami ingin pelaku segera ditangkap dan diproses hukum,” ujar salah satu kerabat korban dengan suara bergetar.

Saat ini, Polres Bombana telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan penyelidikan intensif. Aparat berjanji akan memproses kasus ini secara profesional dan transparan. Namun, keluarga korban tetap waswas, mengingat para pelaku masih berkeliaran dan belum ditangkap.

“Kami hanya memohon agar aparat segera bertindak. Jangan sampai ada korban berikutnya,” pinta Sukdar mewakili keluarga.

Kasus penganiayaan di eks PT. Sampe Wali ini menjadi peringatan kelam bahwa konflik perebutan lahan maupun kepentingan ekonomi bisa berujung pada tragedi berdarah.

Keluarga korban kini hanya bisa berharap, hukum benar-benar berpihak pada keadilan dan pelaku tidak dibiarkan bebas tanpa pertanggungjawaban. (Sulkarnaim Pagala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d