EKSPOSTIMES.COM- Pasar logam mulia kembali mencetak sejarah! Untuk pertama kalinya, harga emas dunia berhasil menembus angka psikologis USD 3.000 per ons, menegaskan tren bullish yang semakin kuat. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari pembelian agresif bank sentral hingga ketidakpastian ekonomi yang mendorong investor memburu aset safe haven.
Pada awal pekan kedua Maret 2025, harga emas di pasar spot dibuka di USD 2.913,63 per ons. Setelah sempat bertahan di atas USD 2.900 dan mengalami sedikit koreksi ke kisaran USD 2.880, emas kembali menunjukkan taringnya dengan menembus level psikologis USD 3.000.
Menurut survei Kitco News, sentimen bullish masih mendominasi. Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, menyatakan bahwa pembelian besar-besaran oleh bank sentral menjadi pendorong utama.
“Bank-bank sentral terus menambah cadangan emasnya secara agresif. Angka USD 3.000 bukan penghalang bagi pembeli global yang menilai emas dalam mata uang mereka sendiri,” ujar Adrian.
Namun, tidak semua analis sepakat bahwa kenaikan ini akan berlanjut tanpa hambatan. Rich Checkan, Presiden dan COO Asset Strategies International, memperkirakan aksi ambil untung dapat terjadi sebelum emas melanjutkan reli.
“Setelah menembus USD 3.000, pasar kemungkinan akan mengalami koreksi jangka pendek sebelum kembali menguat,” ujarnya.
Sementara itu, Darin Newsom, analis senior di Barchart.com, melihat kondisi geopolitik dan ekonomi global sebagai pemicu utama kenaikan harga emas. Dengan inflasi yang belum terkendali dan ketidakstabilan di berbagai kawasan, emas semakin menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dari ketidakpastian.
Lonjakan harga emas dunia ikut mendorong kenaikan harga emas batangan Antam di pasar domestik. Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas naik Rp2.000 per gram menjadi Rp1.741.000 per gram pada Senin (17/3/2025). Harga buyback emas juga mengalami kenaikan ke Rp1.590.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam per 17 Maret 2025:
- 0,5 gram: Rp920.500
- 1 gram: Rp1.741.000
- 2 gram: Rp3.422.000
- 5 gram: Rp8.480.000
- 10 gram: Rp16.905.000
- 25 gram: Rp42.137.000
- 50 gram: Rp84.195.000
- 100 gram: Rp168.312.000
- 250 gram: Rp420.515.000
- 500 gram: Rp840.820.000
- 1.000 gram: Rp1.681.600.000
Dengan rekor baru yang telah dicapai, muncul pertanyaan besar, apakah emas masih bisa terus melambung, atau akan ada koreksi?
Sejumlah faktor utama akan menentukan arah pergerakan emas ke depan, di antaranya:
1. Kebijakan Bank Sentral – Jika bank sentral terus membeli emas sebagai cadangan, harga bisa terus terdorong naik.
2. Tingkat Inflasi dan Suku Bunga – Jika inflasi tetap tinggi dan suku bunga tidak naik drastis, emas akan semakin menarik sebagai aset lindung nilai.
3. Ketegangan Geopolitik – Ketidakstabilan politik di beberapa negara bisa meningkatkan permintaan emas sebagai safe haven.
Dengan tren bullish yang masih kuat, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit di tengah gejolak ekonomi global. Akankah emas kembali mencetak rekor baru dalam waktu dekat? Pasar masih menanti jawabannya. (riz)













