EKSPOSTIMES.COM- Dua aktivis Liga Mahasiswa Malaysia (LMM) melakukan kunjungan solidaritas ke sekolah alternatif bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Semenyih, Selangor, Malaysia, pada Senin (5/5) pagi waktu setempat. Kunjungan ini bukan sekadar kegiatan edukasi, tetapi menjadi bagian dari upaya kolaboratif antargerakan mahasiswa lintas negara dalam memperjuangkan hak pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat marhaen.
Dengan membawa kotak es krim biru, kedatangan Alyaa Hani Anura dan rekannya disambut antusias oleh sekitar 15 pelajar sekolah alternatif yang telah berdiri sejak 2023 atas inisiatif tokoh masyarakat Indonesia di Malaysia. Anak-anak dari berbagai latar belakang etnis seperti Bali, Jawa Timur, Madura, Aceh, dan Batak ini merupakan anak-anak dari para pekerja migran yang tinggal dan bekerja di sekitar wilayah Semenyih.
“Hore, kakak datang bawa es krim!” teriak salah satu siswa saat menyambut kedatangan tamu dari Liga Mahasiswa Malaysia.
Selama lebih dari satu jam, aktivis LMM mengajak siswa kelas 1 dan 2 bermain sambil belajar melalui permainan sederhana untuk melatih percakapan dasar dalam bahasa Inggris. Suasana akrab dan penuh semangat mewarnai kegiatan tersebut.
Liga Mahasiswa Malaysia sendiri merupakan gerakan mahasiswa baru yang aktif di sejumlah kampus negeri seperti Universitas Malaya, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan UNISZA Terengganu. Meskipun tergolong baru, LMM telah menunjukkan komitmen dalam membangun solidaritas lintas gerakan, termasuk dengan mahasiswa di Indonesia.
Pada Mei lalu, beberapa aktivis LMM sempat mengunjungi Indonesia dan turut bersolidaritas dalam isu-isu sosial seperti peringatan Hari Buruh dan aksi #IndonesiaGelap, menyuarakan kritik atas kekerasan aparat terhadap massa aksi.
Baca Juga: Pemprov Jateng Upayakan Solusi untuk 10 Ribu Buruh Sritex yang Terkena PHK
Guru sekolah alternatif di Semenyih mengapresiasi kunjungan LMM sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan solidaritas antarmahasiswa yang diharapkan tidak hanya menjadi kaum cendekiawan, tetapi juga agen perubahan sosial yang membumi di tengah masyarakat.
Usai kunjungan, LMM juga menggalang donasi berupa buku, alat pembelajaran, dan alat tulis untuk para siswa. Bantuan tersebut direncanakan akan disalurkan pada akhir bulan Mei atau awal Juni mendatang. (tim)












