EKSPOSTIMES.COM- Langit di atas Landasan Suparlan, Komplek Pendidikan dan Pelatihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Minggu (8/8/2025), berubah menjadi panggung kebesaran bangsa. Merah-putih berkibar megah diiringi gemuruh genderang, sementara ribuan pasang mata menyaksikan peristiwa bersejarah, Defile Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang menjadi puncak kebanggaan seluruh matra TNI dan komponen pertahanan negara.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berdiri tegap di podium kehormatan. Tatapannya tajam, namun sarat rasa bangga, saat menerima laporan resmi dari Komandan Defile. Isyarat tangan beliau menjadi aba-aba sakral dan seketika, irama drumben Universitas Pertahanan pecah di udara, disambung oleh hentakan ritme dari SMA Taruna Nusantara, IPDN Jatinangor, dan Akademi TNI.
Barisan pembawa panji-panji kebesaran satuan membuka prosesi. Bendera dan simbol kehormatan itu berkibar gagah, seakan menyampaikan pesan bahwa harga diri dan kehormatan bangsa tak ternilai harganya.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Barisan TNI, Lantik Wakil Panglima dan Tiga Kepala Badan Strategis
Derap langkah taruna Akademi TNI menjadi pembuka parade, diikuti pasukan Yon Sniper Gabungan yang melangkah dengan aura keheningan mematikan. Unit TNI Drone pun melintas, melambangkan kemajuan teknologi tempur. Di belakangnya, brigade Kopassus, Marinir, Kopasgat, dan Kostrad menghentak bumi dengan formasi sempurna, memancarkan kekuatan tak tergoyahkan.
Pasukan Raider yang gesit, prajurit Kodam yang berwibawa, hingga pasukan Koarmada RI dengan kekuatan maritimnya, satu per satu menunjukkan jati diri. Swabuang Paksa, Teritorial Pembangunan, dan Polisi Militer Gabungan melintas dengan disiplin khas korps mereka.
Menjelang akhir, barisan kadertih dan komando cadangan hadir, disusul formasi IPDN yang rapi bak anyaman bambu, diakhiri parade anak sekolah. Sebuah pengingat bahwa generasi muda adalah pewaris estafet perjuangan bangsa.
Baca Juga: Langkah Strategis Panglima TNI, 6 Kodam Baru Perkuat Garis Depan
Sorak tepuk tangan membahana dari tribun penonton. Setiap langkah pasukan diiringi pandangan penuh kebanggaan Presiden Prabowo, yang tak sekali pun menundukkan kepala, seolah mengabadikan setiap wajah prajurit dalam ingatannya.
Puncak kemeriahan terjadi ketika ratusan drone membentuk formasi di udara, menggambar lambang TNI dan bendera merah-putih raksasa di langit Batujajar. Atraksi udara ini menutup defile dengan pesan kuat: Indonesia siap, bersatu, dan berdaulat.
Hari itu, Landasan Suparlan bukan sekadar tempat latihan militer, ia menjadi saksi bisu sebuah deklarasi tak tertulis, bahwa semangat juang dan persatuan bangsa akan terus berkobar, selama bendera merah-putih masih berkibar di angkasa. (*/tim)













