Pendidikan

Buku untuk Semua, atau Hanya Slogan? Tantangan Nyata Bunda Literasi Dimulai

×

Buku untuk Semua, atau Hanya Slogan? Tantangan Nyata Bunda Literasi Dimulai

Sebarkan artikel ini
Seorang ibu membacakan buku kepada anak-anak dalam kegiatan literasi, menggambarkan peran penting bunda literasi dalam menumbuhkan minat baca.
Ketua TP-PKK Kota Banda Aceh, Ny. Dessy Maulidha Azwar, S.KG, sebagai Bunda Literasi Kota Banda Aceh

EKSPOSTIMES.COM – Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun ekosistem literasi yang kuat kembali ditegaskan melalui pengukuhan Ketua TP-PKK Kota Banda Aceh, Ny. Dessy Maulidha Azwar, S.KG, sebagai Bunda Literasi Kota Banda Aceh, Rabu (21/5/2025).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, B.Sc (Hons), M.T, dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan.

Kegiatan ini tak hanya menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam sektor pendidikan dan literasi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun budaya baca yang semakin inklusif di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh pendidikan, perwakilan organisasi perempuan, dan pegiat literasi hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banda Aceh menekankan bahwa gerakan literasi tak bisa hanya bertumpu pada lembaga formal semata, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga. Karena itu, peran Bunda Literasi menjadi sangat strategis sebagai penggerak di lapangan.

“Kami berharap, Bunda Literasi dapat menginspirasi dan mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di Banda Aceh. Terutama dalam membina generasi muda agar gemar membaca dan berpikir kritis,” ujar Afdhal.

Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan berpikir, memahami informasi, dan mengambil keputusan secara bijak. Ia menambahkan bahwa Pemkot Banda Aceh akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan literasi melalui kerja sama antarlembaga.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Dimulai Juli 2025, Anggaran Rp 2,3 Triliun Digelontorkan untuk Pendidikan Gratis Kaum Marjinal

Usai prosesi pengukuhan, Ny. Dessy Maulidha Azwar menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan siap menjalankan peran sebagai Bunda Literasi dengan sepenuh hati dan mengedepankan pendekatan yang inklusif.

“Amanah ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk mendorong budaya literasi di semua lapisan masyarakat. Saya percaya literasi adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi yang berdaya saing dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ucap Dessy.

Ia menegaskan akan merancang berbagai program literasi yang tidak hanya menjangkau anak-anak sekolah, tetapi juga kalangan ibu rumah tangga, kelompok difabel, hingga komunitas marjinal. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan gerakan literasi yang berkelanjutan.

Salah satu fokus Dessy adalah memperluas akses dan minat baca melalui kegiatan lapangan seperti pojok baca keliling, pelatihan literasi digital, serta kampanye “Buku untuk Semua” yang menyasar komunitas terpencil.

Baca Juga: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Dimulai, Siap-Siap Jadi Bagian dari Revolusi Pendidikan Prabowo

Pengukuhan Bunda Literasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Perpustakaan Umum Daerah sebagai pusat literasi masyarakat. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Ps., M.S., dalam sambutannya menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan layanan yang lebih ramah dan partisipatif.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan perpustakaan umum daerah dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca dan berliterasi. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” kata Alimsyah.

Pihaknya juga akan mendukung penuh program-program yang digagas oleh Bunda Literasi, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas maupun dukungan teknis dan sumber daya.

Baca Juga: Natalius Pigai Dukung Pendidikan Siswa Bermasalah di Barak Militer: Potensi Diterapkan Nasional

Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi, diharapkan Banda Aceh mampu menciptakan lompatan besar dalam hal literasi masyarakat. Pemerintah daerah, melalui sinergi dengan TP-PKK, perpustakaan, dan komunitas literasi, optimistis dapat menumbuhkan kecintaan membaca di era serba digital ini.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Banda Aceh untuk membangun sumber daya manusia unggul melalui penguatan budaya literasi sejak dini. Dalam jangka panjang, literasi bukan hanya menciptakan pembaca yang cerdas, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab dan adaptif terhadap perubahan zaman. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d