Kesehatan

Bocah 4 Tahun Meninggal Dipenuhi Cacing, Gubernur Dedi Hantam Bupati Sukabumi: Lalai Jaga Warga!

×

Bocah 4 Tahun Meninggal Dipenuhi Cacing, Gubernur Dedi Hantam Bupati Sukabumi: Lalai Jaga Warga!

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi menegur keras Bupati Sukabumi usai kasus bocah 4 tahun meninggal dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing.
Gubernur Jawa Barat Dedi mengecam kelalaian Pemkab Sukabumi usai bocah 4 tahun meninggal dengan kondisi mengenaskan akibat infeksi cacing.

EKSPOSTIMES.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan teguran keras kepada Bupati Sukabumi Asep Japar menyusul kasus tragis meninggalnya Raya, bocah berusia 4 tahun, dengan kondisi tubuh dipenuhi parasit cacing. Dedi menilai pemerintah kabupaten lalai dalam memberikan layanan kesehatan bagi warganya.

“Bupati kita tegur loh, kita tegur keras. Ini tidak boleh lagi seperti itu. Sukabumi itu problemnya banyak, infrastrukturnya buruk, kemudian sembilan ribu rumah yang terkena gempa belum terehabilitasi. Ini diperlukan kecekatan bupati untuk kerja keras, tidak bisa landai lagi,” ujar Dedi di Bandung, Rabu (20/8/2025).

Dedi meminta kepala daerah tidak hanya menunggu intervensi dari provinsi, melainkan harus proaktif dalam mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan mekanisme pelaporan dari masyarakat ke pemerintah daerah akan diperkuat, dengan kepala desa menjadi garda terdepan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bongkar Praktik Rentenir Terselubung, Sekolah Jadi ‘Biang Keladi’ Utang Rakyat

“Saya minta proaktif, bukan hanya gubernur yang proaktif. Ini kan gubernur telepon sana-sini. Nanti saya bikin koordinator kepala desa tiap kecamatan, kemudian ke bupati. Nanti masyarakat boleh lapor ke kepala desa,” kata Dedi.

Menurutnya, kepala desa nantinya akan memanfaatkan jalur komunikasi cepat melalui aplikasi pesan singkat untuk melaporkan kejadian darurat kesehatan. Laporan itu diteruskan ke kecamatan dan kabupaten, lalu langsung diakses oleh gubernur.

“Kepala desanya nanti kan WA. Kan cepat lapor ke kecamatan, nanti lapor ke kabupaten, kabupatennya langsung akses ke saya. Karena kalau saya langsung akses ke 5 ribu kepala desa, WA-nya nanti macam-macam, bukan yang berkepentingan,” jelasnya.

Baca Juga: Fraksi PDI-P Walk Out dari Rapat Paripurna DPRD Jabar, Protes Pernyataan Kontroversial Gubernur Dedi Mulyadi

Dedi menyebut, Pemprov Jabar saat ini tengah melakukan penanganan sekaligus analisis menyeluruh guna mengetahui penyebab utama kasus tersebut. Ia menyoroti lemahnya deteksi dini baik dari lingkungan sekitar, tenaga medis, hingga dinas kesehatan.

“Kita sedang tanganin dan ingin melakukan analisis, apa sebenarnya yang terjadi, dan kenapa sampai lolos tidak diperhatikan oleh lingkungan desa setempat, bidan setempat, puskesmas setempat, dinas kesehatan, bupati,” tegasnya.

Kasus Raya mencuat setelah video dirinya viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah cacing dikeluarkan dari tubuhnya, bahkan masih terdapat telur dan larva yang bersarang di dalam tubuh bocah tersebut.

Raya merupakan anak dari pasangan Udin (32) dan Endah (38) yang tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kedua orang tuanya diduga mengalami keterbelakangan mental sehingga kesulitan dalam pengasuhan. Kondisi itu membuat Raya kerap luput dari pengawasan, terutama saat bermain di kolong rumah yang dipenuhi ayam. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d