NasionalPolitik & Pemerintahan

Bapanas Pastikan Pemangkasan Anggaran Tak Ganggu Program untuk Rakyat

×

Bapanas Pastikan Pemangkasan Anggaran Tak Ganggu Program untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi

EKSPOSTIMES.COM- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Inpres No. 1/2025 tidak akan menghambat program-program yang menyentuh langsung masyarakat.

Menurutnya, semua program tetap berjalan dengan pendekatan yang lebih efisien.

“Meskipun ada efisiensi, Bapanas tetap berkomitmen menjalankan program unggulan terkait stabilisasi, kerawanan pangan, kewaspadaan, penganekaragaman konsumsi, serta keamanan pangan,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2025).

Beberapa program prioritas yang tetap dijalankan antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) di 38 provinsi melalui dana dekonsentrasi, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan target distribusi 1.000 ton, serta enumerator panel harga pangan yang melibatkan 1.053 tenaga pengumpul data di seluruh Indonesia.

Selain itu, ada pula program bantuan pangan bencana sebanyak 26.800 paket, penyaluran beras fortifikasi sebanyak 1.944 paket, serta penyusunan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) di 38 provinsi. Program penganekaragaman konsumsi pangan, pengembangan usaha pengolahan pangan, serta pengawasan keamanan pangan segar juga tetap menjadi prioritas.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Kamis malam (13/2/2025), Arief mengungkapkan bahwa anggaran Bapanas dipotong sebesar Rp160,9 miliar, atau 48,7% dari total anggaran awal Rp329,95 miliar. Dengan pemangkasan ini, anggaran Bapanas untuk tahun 2025 tersisa Rp169,05 miliar.

Pemotongan terbesar terjadi pada program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, yang awalnya memiliki pagu anggaran Rp212,8 miliar. Setelah mengalami pemangkasan Rp154,59 miliar atau 72,6%, anggaran yang tersisa hanya Rp58,3 miliar.

Sementara itu, program dukungan manajemen hanya mengalami pemotongan lebih kecil, yakni Rp6,31 miliar dari pagu awal Rp117,06 miliar atau sekitar 5,39%, sehingga anggaran akhirnya menjadi Rp110,75 miliar.

Meski mengalami pengurangan anggaran yang cukup besar, Arief memastikan bahwa program-program utama tetap berjalan dengan optimal demi menjaga ketahanan pangan nasional. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d