EKSPOSTIMES.COM- Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara sejak Jumat (21/3) pagi, mengakibatkan banjir besar dan tanah longsor di sejumlah daerah. Kota Manado menjadi titik paling parah dengan puluhan kawasan tergenang, sementara Minahasa Utara hingga Kepulauan Sitaro juga merasakan dampak bencana ini. Satu korban jiwa dilaporkan akibat longsor di Kelurahan Malendeng.
Di berbagai sudut Kota Manado, ‘air bah’ menggenangi permukiman, jalan raya, serta fasilitas umum. Di Kelurahan Paal 4, Kecamatan Tikala, banjir meluap hingga melewati tinggi jembatan, membuat akses warga terputus.
Situasi tak kalah parah terjadi di Jalan Pingkan Matindas, Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Paal Dua, di mana genangan setinggi pinggang orang dewasa memaksa penutupan jalan utama.
“Kami harus angkat barang-barang setinggi mungkin. Air masuk rumah sejak pagi, makin siang malah makin naik,” ujar Jeri, warga Mahawu yang khawatir banjir akan semakin parah.
Di Kecamatan Sario, sungai kecil di Jalan Ahmad Yani meluap, membuat kendaraan terjebak dalam banjir setinggi setengah ban mobil. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan.
LONGSOR DAN POHON TUMBANG, AKSES JALAN TERTUTUP
Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa lokasi. Di Kabupaten Minahasa Utara, Jalan Sawangan Airmadidi tertutup pohon tumbang, sementara Jalan Marawas, jalur utama penghubung Lembean Minut dan Tondano Minahasa, terhalang longsor di dua titik.
“Ketika lewat di Marawas, kami terpaksa putar balik. Jalannya tertutup tanah longsor, tidak bisa dilalui,” kata Kris, salah satu pengendara yang terdampak.
DUKA DI MALENDENG: SATU WARGA TEWAS TERTIMBUN LONGSOR
Di tengah kepungan bencana, kabar duka datang dari Kelurahan Malendeng. Seorang warga bernama Arnold Robert Mamahit (76) tewas akibat tanah longsor yang menerjang rumahnya sekitar pukul 16:20 WITA.
“Tim Basarnas langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Setelah pencarian intensif, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang.
BANJIR DI MINAHASA DAN KEPULAUAN SITARO: WARGA MULAI MENGUNGSI
Bencana ini tak hanya melumpuhkan Manado. Di Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Jalan Trans Sulawesi tergenang banjir, menyebabkan kemacetan panjang bagi kendaraan yang menuju Minahasa Selatan.
Sementara itu, di Pulau Makalehi, Kabupaten Kepulauan Sitaro, hujan deras sejak Kamis malam membuat banjir setinggi paha orang dewasa. Sejumlah warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Sebagian sudah pindah ke rumah keluarga yang lebih tinggi. Yang lain masih berkemas, berjaga-jaga kalau air makin naik,” kata Krais, warga setempat.
PEMERINTAH IMBAU WARGA TETAP WASPADA
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara telah mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Kami mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tegas Kepala BPBD Sulut.
Dengan ancaman cuaca yang masih mengintai, masyarakat Sulawesi Utara kini menghadapi ujian berat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghadapi dampak bencana yang bisa terus berlanjut. (*/riz/len)












