EKSPOSTIMES.COM- Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (20/3/25) menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di berbagai wilayah, terutama di Kota Manado. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena air terus naik dan kondisi semakin berbahaya.
Menanggapi situasi darurat ini, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Sulawesi Utara bergerak cepat dengan mendirikan posko bantuan bagi anggota partai yang terdampak.
Sekretaris DPW PRIMA Sulut, Syarif Litty, mengungkapkan bahwa inisiatif ini diambil untuk memastikan para anggota mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan dasar yang cukup.
“Melihat kondisi yang semakin memburuk, kami merasa terpanggil untuk membantu anggota yang terkena dampak. Posko darurat ini kami buka sebagai tempat perlindungan sementara, agar mereka bisa merasa aman dan mendapatkan bantuan yang diperlukan,” ujar Syarif, yang akrab disapa Bung Ay, Sabtu (22/3).
Saat ini, dua keluarga telah dievakuasi dan berada di kantor DPW PRIMA Sulut yang dijadikan posko darurat. Mereka mendapatkan bantuan logistik berupa bahan pokok, termasuk beras dan lauk pauk, yang digunakan untuk memasak makanan bersama.
Syarif juga mengingatkan seluruh warga agar tetap waspada dan segera mengungsi jika kondisi semakin buruk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Hujan masih terus turun, beberapa akses jalan tertutup longsor, dan risiko semakin tinggi. Jika memungkinkan, segera cari tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” tambahnya.
Banjir yang melanda Manado kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan laporan kerusakan rumah, kendaraan yang terendam, serta aliran listrik yang padam di beberapa wilayah.
Sementara tim relawan dan pemerintah terus berupaya melakukan evakuasi dan bantuan, kepedulian dari berbagai pihak seperti PRIMA diharapkan dapat meringankan beban para korban.
PRIMA mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk berkontribusi dalam membantu korban banjir, baik dengan donasi maupun tenaga sukarela.
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kunci dalam menghadapi situasi sulit ini. (tim)










