EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah Indonesia resmi menaikkan alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp171 triliun pada kuartal IV tahun 2025, sebuah langkah besar yang mencerminkan komitmen serius dalam memerangi stunting dan gizi buruk di kalangan pelajar Indonesia.
Peningkatan anggaran ini diumumkan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, dalam konferensi pers “APBN KiTa” yang digelar di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).
“Dari alokasi awal sebesar Rp71 triliun, kini pemerintah siap memperluas cakupan program hingga mencapai Rp171 triliun seiring dengan lonjakan jumlah penerima manfaat yang ditargetkan,” ungkap Suahasil.
Baca Juga: 1,2 Juta Pekerja Dapur MBG Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Negara Bayar Penuh, Gaji Aman 100 Persen
Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah 2025 ini akan menjangkau hingga 82,9 juta anak sekolah pada akhir tahun, melonjak drastis dari 3,27 juta penerima di awal tahun. Pemerintah menilai langkah ini sebagai investasi strategis jangka panjang dalam membangun generasi emas 2045.
MBG akan difokuskan pada anak-anak usia sekolah, terutama di tingkat dasar dan menengah. Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan konsentrasi belajar anak-anak, mendorong angka kehadiran di sekolah, serta menurunkan prevalensi gizi buruk dan stunting.
“Makanan bergizi harus menjadi hak dasar semua anak Indonesia, bukan hak istimewa,” tegas Suahasil.
Pelaksanaan program MBG akan melibatkan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Sosial.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diperbanyak dan disebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, digitalisasi sistem pengawasan dan pelibatan masyarakat akan menjadi kunci dalam memastikan distribusi makanan berjalan efisien dan tepat sasaran.
Kenaikan anggaran sebesar Rp100 triliun ini tidak lepas dari tantangan serius yang dihadapi Indonesia terkait gizi buruk, terutama di daerah tertinggal dan padat penduduk. Pemerintah menilai bahwa memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini merupakan pondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Ini bukan pengeluaran, melainkan investasi masa depan bangsa. Ketika anak-anak kita sehat dan cerdas, maka produktivitas nasional akan melonjak,” tambah Suahasil.
Baca Juga: Mitra Dapur Laporkan Yayasan MBG ke Polisi, Diduga Gelapkan Dana Hampir Rp1 Miliar
Dengan program Makan Bergizi Gratis yang diperluas, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tumbuh dalam kondisi kurang gizi atau tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Ini adalah bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, sebuah masa depan di mana anak-anak hari ini menjadi pemimpin yang tangguh, sehat, dan berdaya saing global. (tim)












