EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah kembali memperluas layanan intervensi gizi melalui peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, Senin (8/12/2025). Fasilitas yang dikelola Rio Rimba Simbar dan Alfa Christian Kaliey ini menjadi SPPG pertama di wilayah Kawangkoan Utara dan menjadi bagian dari program nasional penurunan stunting yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Staf Khusus Badan Gizi Nasional yang merupakan mantan Bupati Halmahera Barat periode 2016-2020 Danny Missy menyampaikan bahwa SPPG merupakan instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat perbaikan status gizi anak.
“Ini dilakukan sebagai wujud intervensi gizi agar pertumbuhan anak-anak lebih baik,” ujar Danny.
Ia memaparkan, capaian program pemenuhan gizi di Kabupaten Minahasa saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan sampai Januari sudah bisa 100 persen. Nanti dikawal khusus. Jika ada kendala, segera informasikan,” katanya.
Selain tujuan kesehatan, Danny menekankan bahwa keberadaan SPPG juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Setiap dapur gizi, menurut dia, melibatkan relawan dan pemasok lokal.
“Satu dapur melibatkan sekitar 47 relawan dan delapan supplier. Bahan-bahan yang digunakan 90 persen berasal dari masyarakat,” ungkapnya.
Dengan keterlibatan peternak ikan, daging dan telur, petani sayur, serta penyedia bahan dapur lainnya, SPPG disebut menjadi simpul baru perputaran ekonomi di tingkat desa.
Di tengah upaya perluasan layanan gizi, Danny juga memberi perhatian khusus pada kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah. Ia mengingatkan SPPG untuk meningkatkan pengawasan bahan baku dan proses pengolahan makanan.
“Keracunan bisa terjadi dari berbagai sumber, termasuk sayuran. Saat kami telusuri kasus di Bandung dan Jawa Barat, sumbernya dari sayuran. Karena itu, SPPG harus memperhatikan hal ini,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan (pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola SPPG) untuk terus bersinergi memastikan keamanan makanan.
“Bekerjalah dan layani masyarakat serta sekolah dengan baik,” kata Danny.
Koordinator Wilayah SPPG Minahasa Militria Rompas, dan
Kepala SPPG Kawangkoan Utara, Cintia Tayuyung menyampaikan bahwa hingga kini terdapat 14 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Minahasa.
Mereka menegaskan kesiapan pihaknya mendukung program prioritas Presiden dalam pemenuhan gizi anak-anak
“Setiap SPPG mampu menyalurkan 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat,” ujar Militria dan Cintia.
Rio Rimba Simbar, selaku pengelola dan mitra Yayasan Anak Emas Dwipantara, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak hingga SPPG Talikuran dapat diresmikan.
“Banyak perjuangan kami hingga akhirnya fasilitas ini bisa berdiri. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Rio memastikan pengelolaan SPPG akan dijalankan sesuai standar program pemerintah dalam pemenuhan gizi generasi penerus bangsa.
Kegiatan peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Kadis Kesehatan Minahasa dr. Olviane Rattu, Kadis Pendidikan Tommy Wuwungan, Kadis Sosial dr. Maya Rambitan, Danramil Kawangkoan Letda Inf Djoike Rontos, Kapolsek Kawangkoan Iptu Sem Marthin, Kepala Puskesmas Kawangkoan dr. Helda Montiling, serta para kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA di Kecamatan Kawangkoan. (tim)













