EKSPOSTIMES.COM- Dalam rangka memperkuat integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum, Polres Minahasa menggelar Penyuluhan Hukum Tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu (30/4) di Ruang Maesa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel Polri memahami dan menaati hukum dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar secara langsung membuka kegiatan ini yang difasilitasi oleh Seksi Hukum Polres Minahasa, dan dihadiri pejabat utama Polres, di antaranya Kasikum AKP I Putu Kusuma dan Kasi Propam Iptu Nofry Tumarar serta perwakilan dari berbagai satuan.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa pemahaman hukum bagi anggota Polri adalah pilar utama dalam menjaga citra dan kepercayaan publik. Ia mengingatkan bahwa setiap perilaku anggota di mata masyarakat akan merepresentasikan institusi secara keseluruhan.
Baca Juga: Resmob Polres Minahasa Tangkap Pelaku Penganiayaan Saat Acara Ulang Tahun di Watulambot
“Hukum bukan hanya perangkat aturan, tetapi juga kompas moral. Anggota Polri harus jadi teladan dalam menegakkan hukum, baik dalam tugas maupun kehidupan pribadi,” tegas AKBP Steven Simbar.
Kasi Propam Iptu Nofry Tumarar menyampaikan materi tentang etika profesi dan disiplin anggota Polri, mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berujung pada krisis kepercayaan publik.
“Kedisiplinan dan keteladanan harus dimulai dari diri sendiri. Jangan abaikan prosedur atau etika hanya karena tekanan tugas di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasikum AKP I Putu Kusuma menyoroti aspek hukum substantif dan prosedural dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan bahwa setiap langkah dalam penegakan hukum harus dilandasi prosedur yang benar agar tidak merugikan masyarakat maupun personel sendiri.
“Seringkali kita fokus pada hasil, padahal proses yang benar adalah bagian dari keadilan itu sendiri,” tegasnya.
Penyuluhan berlangsung dalam suasana serius namun penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi, membahas berbagai tantangan di lapangan seperti penindakan pelanggaran lalu lintas, tata cara penangkapan, hingga interaksi yang etis dengan masyarakat.
Baca Juga: Ancam Bunuh Tetangga, Petani di Leleko Ditangkap Resmob Polres Minahasa, Begini Kejadiannya
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Polres Minahasa terhadap reformasi kultural di tubuh Polri, di mana pembenahan internal menjadi langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Kapolres berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kapasitas personel.
“Kami ingin setiap anggota Polres Minahasa memiliki bekal hukum yang kuat agar siap menjalankan tugas secara bertanggung jawab, adil, dan bermartabat,” pungkas Kapolres. (riz)













