Politik & Pemerintahan

Wamentan Sudaryono Tegaskan Komitmen Bangun Irigasi Pertanian demi Swasembada Pangan

×

Wamentan Sudaryono Tegaskan Komitmen Bangun Irigasi Pertanian demi Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah membangun infrastruktur irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional.

EKSPOSTIMES.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi pertanian sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat meresmikan sarana pengairan pertanian di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangkaian kunjungan kerjanya. Ia menyebut telah menginstruksikan Direktorat Irigasi Pertanian di bawah Ditjen Lahan dan Irigasi Kementan untuk segera memetakan seluruh potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

“Untuk memetakan seluruh potensi sumber air di Indonesia, terutama untuk lahan pertanian yang selama ini bergantung pada musim hujan,” ujar Wamentan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Minyakita Dicurangi, Wamentan Sudaryono: Tak Ada Ampun bagi Pelaku Nakal

Langkah ini, lanjutnya, menjadi penting dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Ia menekankan bahwa pemetaan ini difokuskan pada daerah tadah hujan agar tetap dapat produktif sepanjang tahun.

Sudaryono bahkan menyatakan kesiapan untuk melaporkan langsung kepada Presiden apabila anggaran irigasi masih kurang, guna memastikan seluruh potensi sumber daya air dapat dioptimalkan.

“Saya minta Direktur Irigasi, di musim kemarau nanti cari di mana sawahnya, di mana sumber airnya. Kalau kurang uangnya saya siap menghadap Bapak Presiden,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam lima tahun ke depan tidak boleh ada air yang terbuang ke laut tanpa dimanfaatkan untuk pertanian.

“Yang pasti dalam lima tahun ini semua sumber air harus kita manfaatkan, tidak boleh air jatuh ke laut tanpa mengalir ke sawah,” tandasnya.

Baca Juga: Wamentan Gandeng TNI Kawal Harga Gabah, Pastikan Petani Tak Merugi

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono mengapresiasi dampak positif pembangunan irigasi di Kecamatan Ciemas, yang berhasil meningkatkan frekuensi panen petani dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun.

“Saya dapat laporan langsung, di sini sudah bisa panen 2 kali dari yang tadinya hanya 1 kali dalam setahun. Saya kira ini sangat luar biasa, di mana upaya menyediakan air bagi petani berhasil kita lakukan,” katanya.

Saat ini, sistem perpompaan yang dibangun di kawasan tersebut telah mengairi lebih dari 4.000 hektare lahan. Untuk tahun 2024, TNI telah membangun 33 titik irigasi perpipaan dan perpompaan di Kecamatan Ciemas. Infrastruktur ini mengandalkan sumber air dari Curug Cimarinjung yang mengalir secara gravitasi tanpa perlu bahan bakar, sehingga efisien dan ramah lingkungan.

Direktur Irigasi Pertanian Kementan, Dhani Gartina, menyebut keberhasilan ini dapat dijadikan proyek percontohan nasional. Ia menekankan bahwa dengan pengelolaan air yang tepat, produktivitas lahan bisa meningkat signifikan.

“Kalau dari 600 hektare itu bisa tanam dua kali, bahkan tiga kali, dengan hasil rata-rata 5 ton per hektare, maka bisa menghasilkan hingga 9.000 ton gabah kering giling (GKG),” ujar Dhani.

Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga akan langsung meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa.

Dhani menambahkan bahwa pemerintah juga terus mendorong percepatan rehabilitasi dan pembangunan irigasi melalui kerja sama lintas kementerian, salah satunya melalui Inpres Nomor 02 Tahun 2025 tentang Percepatan Jaringan Irigasi.

“Kementan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, termasuk mendorong kegiatan irigasi perpipaan dan perpompaan secara merata di sentra-sentra padi,” katanya.

Ia menegaskan, baik Menteri Pertanian maupun Wamentan memiliki visi yang sama untuk mengoptimalkan lahan tadah hujan menjadi lahan produktif dengan dukungan irigasi yang berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman secara nasional yang dapat mempercepat capaian swasembada pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan pokok.

(ant/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d